SAMARINDA – Menyadari bahwa kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) tidak hanya dibangun melalui infrastruktur, Harmoni Panca Utama (HPU) berkolaborasi dengan Komunitas Emak Peduli Anak Kalimantan Timur menggelar aksi nyata. Minggu (14/6/2026), kedua pihak menyelenggarakan sosialisasi kesehatan mental yang difokuskan pada peran vital ibu dalam membangun fondasi keluarga yang sehat.
Bagi Adar Darajat, External Relations HPU, keterlibatan perusahaannya dalam isu kesehatan mental keluarga bukan sekadar tanggung jawab sosial, melainkan investasi strategis. Ia menegaskan bahwa kekuatan sebuah bangsa dimulai dari ketahanan mental di lingkungan terkecil, yakni keluarga.

“SDM yang berkualitas lahir dari keluarga yang sehat dan kuat. Perempuan, dalam hal ini ibu, adalah madrasah pertama bagi anak. Di tangan merekalah nilai kasih sayang, resiliensi, dan kepercayaan diri anak dibentuk sebagai bekal masa depan,” ujar Adar di sela kegiatan.
Senada dengan itu, Founder Komunitas Emak Peduli Anak Kalimantan Timur, Ria Atia Dewi, menekankan bahwa kesehatan mental anak adalah aset bangsa yang tak ternilai. Menurutnya, kesadaran orang tua mengenai kesehatan mental akan meminimalisir risiko sosial dan memastikan tumbuh kembang generasi muda tetap optimal.
“Menjaga kesehatan mental anak berarti menjaga masa depan bangsa. Kami ingin para ibu di Kaltim lebih sadar bahwa kesehatan jiwa sama pentingnya dengan kesehatan fisik,” ungkap Ria.
Kegiatan yang berlangsung intensif ini menghadirkan kolaborasi lintas sektor. Praktisi hipnoterapi, psikolog, hingga tokoh agama turun langsung memberikan edukasi kepada para orang tua tentang cara mendeteksi dini tekanan psikis hingga teknik komunikasi asertif dalam keluarga.
Upaya kolaboratif ini diharapkan menjadi pemantik bagi masyarakat Kalimantan Timur untuk memandang kesehatan mental bukan lagi sebagai hal tabu, melainkan kebutuhan mendasar dalam mencetak generasi penerus yang berdaya saing di masa depan.(*/mn)
![]()

