BALIKPAPAN — Kesadaran akan ancaman abrasi di wilayah pesisir Kota Minyak memantik aksi nyata dari kalangan akademisi muda. Dua kampus terkemuka di Balikpapan, yakni Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) dan Institut Teknologi Kalimantan (ITK), berkolaborasi menggelar gerakan lingkungan bertajuk “Eco Green to Revolution”.

Aksi hijau yang dipusatkan di kawasan Pantai Tanjung Bayur, Teritip, Balikpapan Timur, pada Sabtu (16/5/2026) ini, menggabungkan gerakan bersih-bersih pantai dengan restorasi vegetasi pesisir.

Untuk memperkuat gerakan tersebut, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pariwisata Poltekba dan Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan ITK menggandeng Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Dit Polairud) Polda Kalimantan Timur.

Direktur Kepolisian Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Kalimantan Timur Kombes Pol. Restika Pardamean Nainggolan, S.I.K., M.H. mengungkapkan pihaknya memasok 270 Bibit Mangrove untuk Benteng Alami Pantai.

“Kolaborasi lintas kampus ini untuk adakah penghijauan ini kami dukung penuh dari aparat penegak hukum perairan. Semangat mahasiswa menjadi dampak nyata bagi ekologi,” jelasnya, Sabtu (16/5/2026).

Dit Polairud Polda Kaltim menyumbangkan sedikitnya 270 bibit pohon mangrove, diserahkan langsung kepada perwakilan mahasiswa Poltekba dan ITK untuk ditanam secara berkelompok di titik-titik rawan abrasi di sepanjang Pantai Tanjung Bayur.

Selain memberikan stimulan berupa bibit pohon, personel Dit Polairud juga hadir mengisi ruang edukasi bagi para mahasiswa. Mereka memaparkan materi strategis mengenai fungsi krusial hutan mangrove sebagai benteng alami dari amukan abrasi sekaligus rumah bagi keberlangsungan habitat biota laut.

Gerakan tidak berhenti pada penanaman pohon semata. Ratusan mahasiswa bersama personel kepolisian berpakaian dinas lengkap tampak membaur, turun langsung menyisir garis pantai untuk memungut sampah-sampah plastik yang mengotori area wisata tersebut.

Aksi pungut sampah ini sengaja digalakkan sebagai stimulan visual guna menumbuhkan kesadaran kolektif bagi masyarakat sekitar dan pengunjung pantai akan bahaya pencemaran laut.

Melalui sinergi taktis antara kekuatan akademisi muda dan kepolisian ini, diharapkan gerakan “Eco Green to Revolution” dapat menjadi pemantik bagi lahirnya kepedulian lingkungan yang lebih masif di sepanjang wilayah pesisir Kalimantan Timur.(rls/mn)

Loading