PROBOLINGGO – Pengenalan teknologi sejak dini di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 7 Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo mendapat perhatian dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi). Sampai-sampai Direktur Ekosistem Media Ditjen KPM Kemkomdigi, Farida Dewi Maharani membawa tim Liputan untuk melihat dari Dekat kegiatan SRT 7 Probolinggo.

“Potensi itu sudah terlihat. Ketika anak memiliki aktivitas terarah dan pendampingan kuat, penggunaan teknologi menjadi lebih produktif,” kata Farida yang mengapresiasi SRT 7. Menurutnya, hal ini merupakan fondasi penting mencetak talenta digital Indonesia.

Kunjungan jurnalistik yang berlangsung pada 15–17 April 2026 ini melibatkan awak media nasional untuk melihat langsung implementasi program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto di sektor pendidikan. Melalui kegiatan ini, diharapkan publikasi mengenai keberhasilan pengentasan kemiskinan ekstrem melalui pendidikan terintegrasi dapat teramplifikasi secara luas.

Siswa malu-malu saat diwawancarai rekan-rekan dari media yang menyertai Direktur Ekosistem Media Ditjen KPM Kemkomdigi, Farida Dewi Maharani saat melakukan kunjungan.

Implementasi Program Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 7 sebagai strategi terpadu pengentasan kemiskinan melalui jalur pendidikan dan pemberdayaan ekonomi terus memaksimalkan Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo. Program ini dirancang untuk memastikan lulusannya memiliki akses ke perguruan tinggi sekaligus memperkuat kemandirian finansial keluarga siswa.

Kunjungan Jurnalistik Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 7 di Kota Probolinggo yang menampilkan para siswa sebagai bagian dari model integrasi pendidikan dan pengentasan kemiskinan. Kegiatan ini dilaksanakan pada 16 April 2026 di Probolinggo, Jawa Timur.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Probolinggo, Madihah, menegaskan bahwa SRT 7 mengedepankan sinergi lintas sektor guna memberikan dampak holistik bagi masyarakat.

“Program ini tidak hanya berfokus pada pendidikan anak, tetapi juga menyasar pemberdayaan keluarga melalui kolaborasi lintas sektor,” ujar Madihah dalam kunjungan jurnalistik Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) di SRT 7 Kota Probolinggo, Kamis (16/4/2026).

Untuk menjamin keberlanjutan pendidikan, Pemkot Probolinggo telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi, termasuk Universitas Negeri Surabaya (Unesa), guna membuka akses beasiswa bagi para siswa. Di sisi lain, pemerintah juga memberikan pelatihan keterampilan kepada orang tua siswa, seperti usaha laundry dan pengolahan makanan yang dilengkapi dengan bantuan peralatan.

Hingga saat ini, sekitar 60 dari 100 orang tua siswa telah mengikuti pelatihan tersebut. Langkah ini diambil agar orang tua memiliki kemandirian ekonomi, sehingga anak-anak dapat fokus menempuh pendidikan tanpa kendala biaya.

“Pendekatan kami dari hulu ke hilir. Harapannya, pengentasan kemiskinan dapat berlangsung secara berkelanjutan,” tambah Madihah.

Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Probolinggo, Lucia Aries Yuliyanti, menambahkan bahwa SRT 7 sejak awal didesain sebagai sekolah berbasis digital. Infrastruktur dan konektivitas menjadi prioritas utama untuk mendukung transformasi pendidikan yang adaptif.

Sejalan dengan itu, Kepala SRT 7 Kota Probolinggo, Susilowati, menyebut seluruh siswa kini telah difasilitasi laptop dan sistem pembelajaran digital. Selain akademik, siswa diarahkan mengembangkan jiwa kewirausahaan melalui produksi kopi rempah dan kopi wine.

“Saat lulus, mereka memiliki pilihan jelas: melanjutkan pendidikan, bekerja, atau berwirausaha. Pembelajaran digital ini juga memperkuat kemampuan bahasa asing mereka untuk bersaing di tingkat global,” pungkas Susilowati.(rls/mn)

Loading