SAMARINDA — Tim SAR gabungan masih terus berupaya mencari Muhammad Noval (13), pelajar kelas 1 SMP yang dilaporkan tenggelam di Perairan Sungai Mahakam, kawasan Kampung Ketupat, Jalan Mangkupalas, Kelurahan Masjid, Kecamatan Samarinda Seberang. Hingga pencarian hari kedua, Rabu (7/10/2026) sore, keberadaan korban belum berhasil ditemukan.
Adie dari Tarunq Reaksi Cepat (TRC) Info Taruna Samarinda (ITS) menyampaikan proses pencarian yang berlangsung selama 10 jam sejak pukul 07.00 WITA tersebut melibatkan puluhan unsur dari Pos SAR Samarinda, TNI/Polri, Disdamkarmat, serta berbagai organisasi relawan dari Kota Samarinda.

“Tim gabungan membagi metode operasi dengan melakukan penyisiran permukaan sungai dari arah hulu hingga hilir, menggunakan belasan armada perahu karet, speed boat, dan kapal ketinting milik warga. Radius penyisiran menjangkau hingga 234 meter ke arah hulu dan 1,4 kilometer ke arah hilir dari lokasi kejadian awal (last known position). Selain penyisiran permukaan, upaya penyelaman tradisional juga dilakukan di sekitar titik awal korban tenggelam,” jelasnya yang aktif terlibat dalam pencarian.
Kendati demikian, jelas Adi, petugas dan relawan di lapangan menghadapi sejumlah tantangan berat selama operasi berlangsung. Selain arus dan ombak sungai yang tidak stabil serta angin kencang, ancaman kemunculan buaya di sekitar area pencarian menjadi salah satu faktor penghambat utama yang diwaspadai petugas.
“Pencarian dihentikan sementara pada pukul 17.00 WITA mengingat kondisi visual yang mulai gelap serta minimnya penerangan di area perairan, yang dapat membahayakan keselamatan personel,” tutur Adi sebagaimana laporan dari Pos SAR Samarinda.
Sebelum operasi dihentikan, seluruh unsur yang terlibat menggelar evaluasi dan debriefing hasil pencarian sementara. Berdasarkan koordinasi bersama, operasi SAR hari ketiga rencananya akan kembali dilanjutkan pada Kamis (8/10/2026) mulai pukul 07.00 WITA.(*/mn)
![]()

