KUTAI TIMUR — Di sudut Jalan Margo Santoso, Desa Sangatta Utara, berdiri megah Masjid Ar-Rahman yang kini menjadi salah satu pusat peribadatan dan keagamaan warga setempat. Di balik kemegahan bangunan yang berdiri di atas lahan seluas 20 meter persegi tersebut, tersimpan rekam jejak panjang transformasi fisik serta kisah keikhlasan seorang dermawan lokal.

Perjalanan Masjid Ar-Rahman tidak serta-merta megah seperti saat ini. Wakil Takmir Masjid Ar-Rahman, H. Juhaer, mengenang kembali awal mula berdirinya sarana ibadah tersebut yang bermula dari sebuah mushola sederhana pada era 1990-an.

“Masjid ini awalnya berawal dari bangunan mushola. Sekitar tahun 1996 mulai direhab hingga akhirnya resmi menjadi bangunan masjid pertama pada tahun 1999,” tutur H. Juhaer saat ditemui di area masjid seusai sholat Dzuhur berjamaah, Selasa (6/10/2026).

H. Juhaer saat menyampaikan riwayat pembangunan masjid Ar Rahman Margo Santoso, Sangatta Utara.

Seiring bertambahnya jumlah jamaah dan kebutuhan sarana yang lebih memadai, pembenahan besar-besaran kembali dilakukan. Sekitar tiga tahun lalu, bangunan masjid dirombak total hingga tampil dengan wajah arsitektur modern sebagaimana terlihat hari ini.

Jejak Kedermawanan Sosok Mualaf

Di balik pemugaran total dan pembangunan fasilitas Masjid Ar-Rahman, sosok pengusaha lokal Sangatta Utara, H. Joni Wilar, menjadi penyokong utama. Pemilik PT Wira Keluarga Mandiri (WKM) yang juga seorang mualaf sejak 15 tahun lalu tersebut menggelontorkan dana pribadi lebih dari Rp2 miliar untuk mewujudkan rumah ibadah yang nyaman bagi warga dan ummat Islam.

“Masjid yang lama maupun yang bangunannya sekarang, hampir seluruh pendanaannya berasal dari Pak Haji Joni Wilar dan keluarga. Pengorbanan dan kepedulian beliau sangat luar biasa untuk syiar Islam di sini,” ungkap Juhaer.

Tak berhenti pada bangunan utama masjid, kontribusi sosial-keagamaan tersebut kini merambah pada pemenuhan fasilitas pendukung pendidikan dan pengelolaan masjid. Di area depan masjid, saat ini tengah berlangsung pembangunan gedung Taman Kanak-Kanak dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TK-TPA). Sementara di bagian belakang, telah dibangun hunian khusus bagi Imam dan pengurus takmir masjid, disamping masjid juga sudah dibangun tempat perwudhuan.

Kiprah kedermawanan H. Joni Wilar dalam merenovasi dan membangun rumah ibadah tidak hanya terfokus di Sangatta Utara, melainkan juga menjangkau beberapa wilayah lainnya di Kutai Timur. Kehadiran fasilitas pendukung seperti TK-TPA dan tempat tinggal pengurus diharapkan makin menghidupkan kegiatan keagamaan masyarakat Margo Santoso secara berkelanjutan.(mn)

Loading