KUTAI TIMUR— Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur menyatakan terus mendorong pemerataan akses pendidikan, termasuk di wilayah yang berada jauh dari pusat pemerintahan.

Kepala Disdikbud Kutai Timur, Mulyono, mengatakan wilayah seperti Desa Mulupan dan Senambah menjadi bagian dari perhatian pemerintah dalam memperluas akses pendidikan. Menurutnya, berbagai upaya telah dilakukan, termasuk menempatkan sekolah menengah pertama di zona yang membutuhkan layanan pendidikan.

“Sebetulnya kalau upaya kita itu sudah cukup maksimal,” kata Mulyono.

Ia menyebut kebijakan pendidikan pemerintah daerah juga diarahkan pada program 13 tahun sekolah dengan penambahan satu tahun pada jenjang PAUD. Program tersebut, menurut Mulyono, menunjukkan peningkatan jumlah peserta didik baru PAUD. Pada 2025, jumlah siswa baru PAUD disebut sekitar 7.000 orang. Sementara pada 2026 jumlah tersebut meningkat menjadi sekitar 14.000 orang.

Peningkatan itu dinilai menunjukkan semakin banyak anak yang masuk dalam layanan pendidikan sejak usia dini. Namun, Mulyono mengatakan pemerintah tetap membutuhkan data mengenai anak yang belum bersekolah untuk menentukan langkah berikutnya.

Menurutnya, upaya meningkatkan partisipasi pendidikan tidak cukup hanya dengan membangun sekolah. Ada tiga unsur yang harus diperhatikan, yakni guru, orang tua, dan anak.

Dari sisi guru, pemerintah perlu memastikan kesejahteraan dan kenyamanan mereka. Sementara dari sisi orang tua, beban pembiayaan pendidikan perlu diringankan. Adapun bagi siswa, sekolah harus menjadi tempat yang nyaman melalui penyediaan fasilitas dan pemenuhan kebutuhan pendidikan.

“Yang pertama dari gurunya. Bagaimana gurunya kita sejahterakan. Yang kedua dari sisi orang tuanya kita ringankan biayanya. Dan yang ketiga anaknya kita nyamankan mereka untuk bersekolah,” jelasnya.

Mulyono mengatakan dukungan pembiayaan daerah juga diarahkan agar sekolah tidak terlalu membebani orang tua melalui pungutan maupun iuran. Pemerintah juga tetap memberikan bantuan operasional daerah untuk mendukung kebutuhan sekolah.

Dengan pendekatan tersebut, Disdikbud berharap akses pendidikan tidak hanya tersedia di wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau masyarakat di kawasan yang berada jauh dari pusat daerah. (Adv-kominfo/Ad)

Loading