BANJARMASIN — Badai kecemasan yang mendera 38 jemaah umrah asal Kalimantan Selatan di Arab Saudi akhirnya berangsur reda. Setelah sempat telantar selama empat hari akibat dugaan kelalaian pihak agen perjalanan, rombongan jemaah ini mulai diterbangkan kembali ke Tanah Air secara bertahap sejak Sabtu (1/8/2026).
Kepulangan para jemaah ini menjadi buah manis dari kerja sama lintas pihak yang bergerak cepat merespons aduan darurat. Peran krusial datang dari anggota DPR RI Daerah Pemilihan Kalsel, Bambang Heri Purnama—yang kebetulan tengah menunaikan ibadah umrah di tanah suci—bersama jajaran Kementerian Haji, KJRI Jeddah, serta otoritas setempat.
Perwakilan jemaah, Mustadillah, menuturkan rasa syukurnya yang mendalam atasuluran tangan yang datang di saat mereka berada di titik nadir. Menurutnya, kepedulian mulai dirasakan sejak rombongan dievakuasi dan dipindahkan ke Wisma Kantor Urusan Haji (KUH) di Makkah.
“Tiket dan uang saku diberikan oleh Pak Bambang. Sedangkan penginapan dan makan difasilitasi oleh Kementerian Haji,” ungkap Mustadillah.
Ia merinci, di bawah koordinasi langsung Bambang Heri Purnama, diupayakan agar seluruh anggota rombongan bisa mendapatkan tiket penerbangan langsung tanpa transit. Langkah ini diambil demi meminimalisir kelelahan fisik jemaah yang telanjur trauma akibat insiden tersebut.
Tidak hanya membelikan tiket kepulangan, politisi pusat tersebut turut membakar semangat jemaah dengan membagikan tali asih berupa uang saku tunai sebesar Rp1 juta bagi setiap jemaah dewasa dan Rp500 ribu untuk anak-anak guna menyokong kebutuhan sementaranya.
Hari-hari Menegangkan yang Terbayar Tuntas
Sebelum mendapatkan intervensi resmi, para jemaah sempat melalui hari-hari yang melelahkan. Selama empat hari terkatung-katung di Jeddah tanpa kejelasan tiket pulang, mereka terpaksa merogoh kocek pribadi demi bertahan hidup untuk biaya makan dan penginapan seadanya.
Kini, beban mental tersebut sirna setelah fasilitas akomodasi dan konsumsi ditanggung sepenuhnya oleh Kementerian Haji Arab Saudi dan didampingi langsung oleh KJRI Jeddah.
Hingga Sabtu sore waktu Indonesia, proses pemulangan masih terus bergulir. Sebagian jemaah telah lepas landas, sementara sisanya tengah bersiap di bandara menanti giliran jadwal penerbangan pulang ke pelukan keluarga di Banua.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu. Alhamdulillah sekarang semua kebutuhan kami sudah difasilitasi sambil menunggu proses pemulangan,” pungkas Mustadillah dengan nada lega.
Kisah pilu yang sempat viral di lini masa media sosial ini pun berujung pada akhir yang melegakan, sekaligus menjadi pelajaran telak bagi para penyelenggara perjalanan agar tidak mempermainkan hak-hak jemaah.(*/mn)
![]()

