SAMARINDA — Kesehatan mental terbukti memegang peranan krusial dalam menentukan kualitas hidup para lanjut usia (lansia). Berangkat dari kepedulian mendalam terhadap kesejahteraan emosional warga senior, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Penata Persona Indonesia (IPPRISIA) Kalimantan Timur memberikan edukasi khusus bagi peserta Sekolah Lansia di Day Care Lansia Husnul Khotimah, Majelis Kesejahteraan Sosial DPW ’Aisyiyah Kaltim, Rabu (22/7/2026).

Foto bersama IPPRISIA peserta Sekolah Lansia di Day Care Lansia Husnul Khotimah DPW Aisyiyah Kaltim.

Kegiatan penyuluhan yang mengusung tema “Menjadi Lansia dengan Hati Riang, Bahagia, dan Sehat Mental” ini menghadirkan praktisi hipnoterapi klinis sekaligus Wakil Ketua II DPD IPPRISIA Kaltim, Endro S. Efendi, M.Sos., yang hadir mewakili Ketua DPD IPPRISIA Kaltim, Marliana Wahyuningrum. Acara interaktif tersebut dipandu oleh Mira Farenola Hasril selaku moderator serta turut dihadiri oleh jajaran pengurus Day Care Lansia Husnul Khotimah, Erminawati, M.Pd. dan Kalia.

Dalam pemaparannya, Endro menekankan bahwa fase usia senja bukan sekadar menghitung angka pertambahan tahun, melainkan bagaimana seseorang mampu menikmati setiap momen kehidupan dengan ketenangan batin, pikiran yang sehat, serta keharmonisan hubungan di dalam keluarga.

“Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Ketika hati dipenuhi rasa syukur dan pikiran tetap positif, seseorang akan lebih mudah menikmati hidup, meski usia terus bertambah,” ujar Endro di hadapan puluhan peserta yang hadir.

Lebih lanjut, Endro mengungkapkan bahwa persoalan pelik yang kerap terpendam di usia lanjut biasanya berupa endapan emosi yang belum terselesaikan di dalam keluarga. Ia secara khusus mengajak para lansia untuk berani berdamai dengan masa lalu, termasuk membuang gengsi untuk meminta maaf kepada anak jika pernah berbuat salah.

Langkah tersebut dinilai bukan sebagai bentuk hilangnya wibawa orang tua, melainkan cerminan kebesaran jiwa yang ampuh menyembuhkan luka batin sekaligus memutus mata rantai trauma emosional antar-generasi. Selain materi motivasi, para peserta juga diajak mempraktikkan teknik sederhana untuk melepaskan energi negatif dan beban emosi yang selama ini dipendam.

Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi sepanjang acara. Durasi pemateri yang awalnya dijadwalkan berlangsung satu jam terpaksa diperpanjang lantaran banyaknya pertanyaan interaktif dari para lansia. Bahkan, usai acara ditutup secara resmi, sejumlah peserta masih mengerumuni narasumber untuk berkonsultasi secara privat.

Menanggapi kegiatan positif ini, Ketua Day Care Lansia Husnul Khotimah, Dr. Hj. Nunung Herlina, S.Kep., M.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi kepada DPD IPPRISIA Kaltim. Menurutnya, edukasi semacam ini sangat dibutuhkan untuk melengkapi perawatan fisik para lansia agar mereka bahagia secara utuh.

“Materi yang disampaikan sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari dan diharapkan dapat membantu para lansia menjalani masa tua dengan lebih bahagia, sehat secara mental, serta memiliki hubungan keluarga yang semakin harmonis,” ungkap Nunung.

Melalui kolaborasi ini, DPD IPPRISIA Kaltim berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan edukasi kesehatan mental bagi lansia, demi mewujudkan generasi senior di Bumi Mulawarman yang sehat, bermartabat, dan penuh kebahagiaan.(esf/mn)

Loading