Catatan Rizal Effendi

BAKAL calon Wali Kota Samarinda mulai terkuak, tapi Balikpapan sepertinya masih dingin-dingin saja. Apa memang belum ada? Rasanya tidak juga. Pembicaraan di berbagai tempat mulai ramai meski belum mengerucut.

Wali Kota Samarinda Andi Harun dan Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud sama-sama sudah 2 periode. Jadi tidak mungkin lagi mencalonkan diri. Tinggal kita bicara siapa calon penggantinya di tahun 2029 nanti?

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Samarinda secara resmi sudah mengumumkan ketua DPC-nya, Helmi Abdullah sebagai calon Wali Kota Samarinda 2029. “Ketua DPC kami Bapak Helmi Abdullah adalah kader terbaik kami, jadi layak beliau kami calonkan,” kata Sekretaris DPC Gerindra, Mujianto, Senin (8/6) lalu.

Calon di partai milik Presiden Prabowo Subianto ini tidak saja Helmi, karena juga terdengar ada kader Gerindra dari provinsi juga disebut-sebut. Dia adalah Agus Suwandy, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kaltim, yang baru saja terpilih sebagai Ketua Ikatan Alumni (IKA) Universitas Mulawarman. Agus juga aktif di dunia olahraga. Dia Ketua GABSI Kaltim dan sebelumnya Ketua Perbasi.

Di luar kader Gerindra, juga beredar beberapa nama. Di antaranya Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri dari Partai NasDem, Ketua DPC Demokrat Samarinda Muhammad Barkati dan Viktor Yuan, anggota DPRD Samarinda juga dari Demokrat.

Sedang dari Golkar juga disebut-sebut ada 2 nama. Yaitu anggota DPRD Kaltim dr Andi Satya Adi Saputra serta Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud, kakak kandung Gubernur Rudy Mas’ud.

Hasanuddin Mas’ud yang memangku jabatan Ketua DPC Golkar Kukar kabarnya diproyeksi di dua daerah. Selain di Samarinda, dia juga ada kemungkinan menjadi calon Wali Kota Balikpapan.

Ada skenario politik dari keluarga Bani Mas’ud yang sudah lama terdengar. Ada kemungkinan Rahmad Mas’ud yang sekarang Ketua Golkar Balikpapan diproyeksi menjadi Ketua DPRD Kaltim. Lima tahun kemudian dia bakal didorong menjadi calon Gubernur Kaltim menggantikan adiknya, Rudy Mas’ud jika sampai dua periode.

Jika Hasanuddin tak jadi ke Samarinda, maka nama Andi Satya Adi Saputra bakal menguat. Dia adalah putra anggota DPD RI dapil Kaltim, dr Sofyan Hasdam yang juga mantan Wali Kota Bontang. Istri Sofyan atau ibu kandung Andi Satya adalah dr Neni Moerniaeni yang sekarang memangku jabatan Wali Kota Bontang. Sedang Ketua DPRD Bontang saat ini adalah Andi Faizal, juga anak Sofyan Hasdam dan Neni Moerniaeni.

Peta politik dinasti di Kaltim saat ini sangat kuat di tiga daerah. Selain dari Bani Mas’ud dan klan Sofyan Hasdam, juga Bupati Kabupaten Paser, dr Fahmi Fadli. Ketua DPRD Paser, Hendra Wahyudi adalah adik kandung Fahmi. Sedang istri Fahmi, Sinta Rosma Yenti adalah anggota DPD RI dapil Kaltim.

PETA BALIKPAPAN

Ada kabar yang beredar, jika Hasanuddin tak jadi ke Balikpapan, maka ada kemungkinan Rahmad Mas’ud mendorong istrinya, Hj Nurlena menjadi penggantinya. Tapi kabar lain mengatakan, Rahmad tidak terlalu berkenan istrinya masuk ke wilayah politik.
Beberapa pengurus DPC Golkar Balikpapan meragukan kalau Alwy Al Qadri, keponakan Rahmad yang sekarang Ketua DPRD Balikpapan didorong ke kursi No 1. Kapasitas Alwy dianggap belum memadai untuk bertanding sampai ke sana.
Masih ada tiga anggota Bani Mas’ud yang bisa saja didorong menggantikan Rahmad Mas’ud. Yaitu pasangan suami istri, dr Ifransyah Fuadi dan Hijrah Mas’ud serta H Eddy Salasa, suami adik kandung Rahmad yaitu Yuliana Mas’ud.

Ifransyah saat ini adalah Direktur RSUD Beriman milik Pemkot Balikpapan. Sedang Hijrah sempat menjadi Wakil Ketua Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP) Kaltim. Hijrah disebut-sebut banyak berperan di Kantor Gubernur mendampingi kakaknya Rudy Mas’ud.

Eddy Salasa adalah Ketua DPP Himpunan Masyarakat Sinjai (HIMAS) periode 2022-2027. Dia sempat meramaikan bursa calon Ketua KADIN Balikpapan dan calon Bupati Sinjai, Sulsel.

Calon Golkar lainnya adalah Abdulloh, mantan Ketua DPRD Balikpapan yang sekarang ini menjadi Ketua Komisi 3 DPRD Kaltim. Dukungan masyarakat untuk Abdulloh cukup kuat, tapi kabarnya dia tidak terlalu direkomendasi oleh Bani Mas’ud.

Itu sebabnya beberapa waktu lalu beredar di media sosial, unggahan tentang Abdulloh yang terkesan dihalang-halangi rencana pencalonannya. Beberapa sumber mengatakan, ada kemungkinan Abdulloh loncat ke partai lain.
Selain beberapa nama tadi, nama Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo juga sangat diperhitungkan. Karena dia adalah Ketua DPC Gerindra Balikpapan. Nama Bagus memang belum mengakar, tapi dengan kedudukannya sebagai Wawali dan Ketua Gerindra, banyak jalan untuk dia bersosialisasi di masyarakat.

Dari PDI, ada kemungkinan mendorong Eddy Tarmo. Eddy yang pernah duduk sebagai anggota DPRD Kaltim, saat ini dipercaya menjadi Ketua DPC PDIP Balikpapan. Pada Pilkada 2024 lalu, dia calon wawali mendampingi Rendy Ismail, Ketua Yayasan Uniba Balikpapan.

Di Balikpapan juga beredar beberapa nama calon wakil wali kota. Ada calon lama yaitu drg Syukri Wahid, Ketua DPC Partai Gelora. Pada Pilkada 2024 dia menjadi calon wawali mendampingi HM Sa’bani.

Selain Syukri, nama Muhaimin juga sering disebut-sebut. Saat ini dia adalah Kepala Bappeda Kaltim, yang sebelumnya sempat menjadi Sekda Balikpapan. Nama Muhaimin dinilai cukup menjual, karena dia pernah menjadi Ketua KNPI dan Ketua Karang Taruna Balikpapan.
Ada tiga anak muda yang juga berpeluang ke depan setidaknya untuk jadi calon wawali. Mereka adalah Glenn Nirwan, mantan Ketua HIPMI. Dia putra pengusaha beton Roy Nirwan. Juga Ketua HIPMI Balikpapan saat ini yaitu Adam Dustin Bhakti dan Ketua Kadin Balikpapan yang baru, Noval Asfihani. Dia adalah putra pengusaha H Asfiah Achmad. Ketiga anak muda ini dianggap punya kapasitas dan cukup kuat integritasnya. Selain juga dikenal sebagai pengusaha muda yang sukses.

Apakah Bani Mas’ud masih bisa menguasai Kaltim di Pilkada 2029 mendatang? Sepertinya tidak gampang. Serangan dan sorotan yang kuat kepada Gubernur Rudy Mas’ud pada saat ini bisa mendistorsi “kesaktian” Bani Mas’ud. Apakah seperti itu? Kita lihat saja perkembangan di tahun-tahun mendatang ini.(*)

Loading