TANJUNG SELOR – Komitmen pemerintah daerah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltar) untuk mendukung penuh rencana eksplorasi minyak dan gas bumi (migas) mendapat dukungan penuh dari Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum. Dukungan ini disampaikan saat menerima audiensi jajaran manajemen PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Regional 3 Zona 10 di Kantor Gubernur, Kamis (7/5/2026).
Dalam pertemuan strategis tersebut, manajemen baru PHI memaparkan rencana kerja eksplorasi di sejumlah titik penting, termasuk rencana pengeboran di wilayah Mangkupadi dan Blok Maratua.
Gubernur Zainal memberikan apresiasi tinggi dan memastikan bahwa Pemerintah Provinsi Kaltara akan memfasilitasi kelancaran proses administrasi guna mendukung investasi di sektor hulu migas tersebut.
“Saya memberikan apresiasi dan dukungan penuh kepada teman-teman PHI untuk pelaksanaan kegiatan di Mangkupadi. Hal-hal yang berhubungan dengan administrasi akan kami dukung sepenuhnya,” ujar Zainal, Kamis (7/5/2026).
Selain fokus pada aspek investasi, Gubernur Zainal juga menitipkan harapan agar PHI dapat berkontribusi nyata bagi masyarakat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Salah satu yang mendesak adalah perbaikan konektivitas jalan menuju kawasan industri Tanah Kuning.
“Kami berharap dukungan CSR untuk perbaikan akses jalan ke Tanah Kuning agar bisa terealisasi tahun ini. Selain itu, kami juga berharap bantuan pembangunan Pertashop agar masyarakat lebih cepat menikmati layanan energi,” tambahnya.
Gubernur juga mendorong pembangunan Pertashop tersebut melibatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kaltara untuk memperkuat ekonomi lokal.
Sementara itu, General Manager (GM) PHI Regional 3 Zona 10, Dharmapala, menjelaskan bahwa agenda utama tahun ini adalah pengeboran eksplorasi di Wilayah Kerja (WK) Maratua yang dikelola oleh PHE Lepas Pantai Bunyu.
“Kami hadir untuk bersilaturahmi sekaligus memaparkan kegiatan utama Zona 10 tahun ini dan beberapa tahun ke depan, termasuk pengeboran eksplorasi di Wilayah Kerja Maratua,” ungkap Dharmapala.
Untuk menunjang operasional, PHI meminta bantuan pemerintah daerah dalam proses mobilisasi rig dan peralatan berat lainnya. Pihak PHI secara khusus mengharapkan penyediaan data teknis jembatan guna mempermudah mitigasi distribusi alat di lapangan.
Optimalisasi Wilayah Perbatasan
Dalam audiensi tersebut, Gubernur Zainal turut menyinggung potensi pengelolaan migas di wilayah perbatasan Ambalat. Ia berharap potensi tersebut dapat dikelola secara optimal demi kepentingan bersama dan kedaulatan energi nasional.
Sinergi antara Pemprov Kaltara dan PHI ini diharapkan menjadi penggerak roda ekonomi di Bumi Benuanta, sekaligus memastikan keamanan pasokan energi nasional melalui eksplorasi di wilayah-wilayah strategis Kaltara.(*/mn)
![]()

