DENPASAR – Pengurus Provinsi Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PELTI) Bali menggelar turnamen tenis nasional Bali Open 2026 yang memperebutkan Piala Gubernur Bali. Turnamen tersebut dijadwalkan dibuka secara resmi oleh Gubernur Bali I Wayan Koster pada Sabtu (7/11/2026) besok.

Ketua Umum PELTI Bali I Wayan Sudana didampingi Sekretaris Umum Made Andry Renanta dan Direktur Turnamen Nyoman Darwis Susila menjelaskan bahwa Bali Open 2026 merupakan turnamen Tennis Development Program (TDP) yang diakui PELTI. Para peserta akan memperoleh poin dari hasil pertandingan. Total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp100 juta.

Nomor yang dipertandingkan meliputi Kelompok Umur (KU) 8, 10, 12, 14, dan 16 tahun untuk junior putra dan putri, serta nomor senior putra dan putri. Persaingan diperkirakan paling ketat pada nomor senior karena diikuti sejumlah petenis nasional yang kerap mewakili Indonesia di ajang internasional.

“Kami berharap turnamen tenis Bali Open 2026 ini dapat mendongkrak pariwisata Bali melalui sport tourism,” ujar Wayan Sudana.

Menambahkan, Humas PELTI Bali Roy Emerson Hidiya menyebutkan bahwa peserta yang dipastikan ikut bertanding antara lain petenis dari Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, mengirimkan 36 petenis di bawah asuhan Kentung Tenis Club, termasuk petenis peringkat atas nasional Jahfal Muna Kanahaya.

Peserta lain, terangnya, berasal dari PELTI DKI Jakarta, PELTI Jawa Timur, serta sejumlah daerah di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan tuan rumah Bali. Hingga kini, jumlah pendaftar tercatat mencapai 225 peserta. Pertandingan akan digelar di tiga lokasi di Denpasar, yakni lapangan tenis GOR Ngurah Rai KONI di Jalan Angsoka, lapangan tenis Jasdam IX/Udayana di Kepaon, dan lapangan tenis GOR Lumintang.

“PELTI Kalimantan Timur dan PELTI Kalimantan Barat. Kedua daerah tersebut mengirimkan total 10 atlet junior,” katanya.(*)

Loading