BANYUWANGI – Grup band legendaris Slank akan kembali menyapa para penggemarnya di Banyuwangi melalui rangkaian Berani Kita Beda Tour (Tour ke-10 Hey Slank). di Pantai Marina Boom, Minggu (1/11/2026) malam. Bagi Slank, Banyuwangi memiliki kenangan tersendiri yang terlalu manis untuk dilupakan.
Drummer sekaligus pentolan Slank, Bimbim, mengungkap sejumlah kenangan dengan Banyuwangi. Salah satu kenangan paling berkesan adalah proses penciptaan lagu “Kirim Aku Bunga”. Lagu yang dirilis pada 1993 tersebut lahir ketika Slank berada di Banyuwangi pada 1992.
“Dulu 1992 ada memori yang tidak bisa dilupa banget, kita bikin lagu ‘Kirim Aku Bunga’ itu di Banyuwangi,” jelasnya.
Bimbim memastikan lagu “Kirim Aku Bunga” masuk dalam daftar lagu yang akan dibawakan.
“Jadi untuk mengenang memori, besok malam akan kita bawa,” tuturnya.
Menurut Bimbim, perkembangan Banyuwangi salah satunya terlihat dari semakin banyak hotel, yang menandakan daerah ini berkembang pesat. Dia masih mengingat ketika pilihan hotel di Banyuwangi pada awal 1990-an masih sangat terbatas.
“Banyuwangi sudah berubah banget ya. Dulu cuma ada satu, sekarang di mana-mana ada hotel bagus-bagus,” ungkap Bimbim.
Selain tentang lagi Kirim Aku Bunga, Bimbim memiliki kenangan dengan kuliner Banyuwangi. Salah satunya Sego Tempong, makanan khas daerah yang dikenal dengan sambalnya yang pedas.
Bimbim mengingat pernah menikmati Sego Tempong bersama ibunya, mendiang Bunda Iffet. Momen tersebut terjadi ketika Slank menggelar konser di Banyuwangi dalam rangkaian pembuka tur perayaan 30 tahun perjalanan band pada 2013.
“Iya dulu (mencicipi Sego Tempong) sama Bunda. Sedih sih, tapi ya kalau saya ingat Banyuwangi tuh ingatnya nasi tempong. Sambelnya bikin nagih,” ungkap Bimbim.
![]()

