JAKARTA — Duka mendalam menyelimuti ibu pertiwi. Salah satu putra terbaik bangsa, Laksamana TNI (Purn) Widodo Adi Sutjipto—Panglima TNI pertama dari matra laut di era reformasi sekaligus Menko Polkam RI ke-10—meninggal dunia pada Minggu (25/10/2026) di Jakarta.

Kabar duka tersebut dikonfirmasi oleh Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal), Laksamana Pertama Tunggul. Kepergian sosok purnawirawan berpangkat bintang empat ini meninggalkan kesedihan mendalam, tak hanya bagi keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga bagi jajaran TNI dan masyarakat Indonesia yang mengenang dedikasinya.

Semasa hidupnya, almarhum mencatatkan sejarah penting dalam perjalanan militer dan pemerintahan Republik Indonesia. Mengawali kepemimpinan puncak sebagai Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) pada 1999, almarhum kemudian mengemban amanah sejarah sebagai Panglima TNI periode 1999–2000.

Pengabdiannya bagi negara berlanjut saat dipercaya menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) periode 2004–2009, serta anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) periode 2009–2014.

Penghormatan Terakhir

Segenap keluarga besar Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI menyampaikan belasungkawa yang paling dalam atas kepulangan almarhum ke haribaan Tuhan Yang Maha Esa sebagaimana disampaikan salam siaran persnya. Rekam jejak, kebijaksanaan, dan dedikasi almarhum dalam menjaga stabilitas serta kedaulatan bangsa dinilai akan selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah Nusantara.

Upacara persemayaman berlangsung penuh khidmat dan diselimuti suasana haru di Masjid Al Barkah Kodamar TNI AL, Jakarta, pada Minggu (25/10/2026). Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, bertindak langsung sebagai Inspektur Upacara.

Dengan suara bergetar menahan duka, Menko Polkam Dudung Abdurachman menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam saat memberikan penghormatan terakhir di hadapan jenazah almarhum dan pihak keluarga.

“Dengan ini, atas nama pribadi dan pemerintah, menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada pihak keluarga atas wafatnya almarhum,” tutur Dudung.

Dudung juga memimpin doa bersama agar seluruh amal, pengorbanan, dan darma bakti Almarhum Widodo AS diterima di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa, sekaligus menguatkan hati keluarga yang ditinggalkan.

“Kepada keluarga almarhum yang ditinggalkan, saya memahami bahwa dengan kepergian almarhum pasti membawa rasa sedih dan kehilangan. Oleh karena itu, saya mengharapkan agar dapat menerima cobaan ini dengan penuh keikhlasan,” sambungnya.

Kepergian Sang Pahlawan Ditutup Secara Militer

Setelah prosesi persemayaman, pihak keluarga menyerahkan jenazah almarhum secara resmi kepada pemerintah untuk diberangkatkan menuju Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, Jakarta Selatan. Upacara pemakaman secara militer di TMPNU Kalibata dipimpin langsung oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

Prosesi pelepasan tokoh reformasi militer ini turut dihadiri oleh pejabat penting negara dan pimpinan militer, di antaranya KASAD Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, KASAL Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, anggota Wantimpres M. Qodari, serta jajaran perwira tinggi TNI AL dan kerabat dekat.

Selamat jalan Sang Laksamana, jasa dan kebaikan pengabdianmu akan senantiasa terpatri dalam sanubari bangsa Indonesia.(*/mn)

Loading