SAMARINDA — Wakil Gubernur Kalimantan Timur, H. Seno Aji, menegaskan pentingnya penguatan basis data pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pelaku ekonomi kreatif (ekraf) untuk mengoptimalkan potensi pasar yang kian terbuka seiring hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN).

Pernyataan tersebut disampaikan Wagub Seno Aji saat membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) II Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Kaltim periode 2026–2029 di Ruang Serba Guna, Rumah Jabatan Wakil Gubernur Kaltim, Samarinda, Sabtu (3/10/2026).

Seno Aji menilai, Kaltim memiliki deretan modal kuat, mulai dari generasi muda yang kreatif, inovasi para pelaku usaha, hingga kekayaan budaya lokal. Peluang pertumbuhan subsektor ekraf—seperti kuliner, fesyen, kriya, musik, film, animasi, seni pertunjukan, hingga desain—dinilai makin terakselerasi dengan pemindahan ibu kota negara ke wilayah tersebut.

Peserta Muswil Gekrafs antusian mengikuti sambutan Wakil Gubernur Kaltim H Seno Aji.

Namun, ia menggarisbawahi bahwa peluang pasar yang besar harus diimbangi dengan kesiapan data terintegrasi.

“Jangan sampai kita memiliki banyak pelaku kreatif, tetapi datanya belum tertata. Kalau datanya jelas, kita akan lebih mudah menentukan program pembinaan, pelatihan, akses permodalan, pemasaran, sertifikasi, hingga membuka akses pasar yang lebih luas,” tegas Wagub Seno.

Seno Aji meminta Gekrafs Kaltim berperan strategis sebagai wadah penampung aspirasi serta pendata kebutuhan riil para pelaku ekraf di lapangan. Ia memproyeksikan pengembangan ekonomi kreatif di Kaltim harus berjalan beriringan dengan pemajuan kebudayaan daerah agar produk yang dihasilkan memiliki daya saing tinggi tanpa kehilangan identitas lokal.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemerintah Provinsi Kaltim berkomitmen memfasilitasi kolaborasi antarsektor, melibatkan perangkat daerah, hingga pihak swasta.

“Jadi, pemerintah tidak berjalan sendiri. GEKRAFS juga tidak berjalan sendiri. Dunia usaha juga tidak berjalan sendiri. Kami berharap perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kalimantan Timur ikut mengambil bagian dalam pembinaan UMKM, pengembangan produk, hingga promosi,” ujarnya.

Muswil II Gekrafs Kaltim ini dihadiri oleh utusan dari enam Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gekrafs kabupaten/kota, yakni Samarinda, Balikpapan, Bontang, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, dan Berau untuk memiliki ketua DPW Gekrafs Kaltim Periode 2026-2029 dan menyusul program kerja.

Foto bersama peserta musyawarah wilayah ke-II Gerakan Ekonomi Kreatif Kaltim.

Wagub berharap forum musyawarah ini tidak sekadar berfokus pada pergantian atau penyusunan struktur kepengurusan baru, melainkan melahirkan rencana aksi konkret pascamusyawarah.

“Kami ingin GEKRAFS semakin hadir di tengah masyarakat. Turun melihat pelaku usaha, mendata, mendengar kebutuhan mereka, membantu mencarikan solusi, dan mempertemukan mereka dengan pemerintah, dunia usaha, perbankan, maupun jejaring lainnya,” pungkasnya.

Melalui kerja sama yang konsisten antar pemangku kepentingan, keberadaan ekraf diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru dan membawa produk lokal Kalimantan Timur bersaing di tingkat nasional maupun internasional.(mn)

Loading