KUTAI TIMUR — Tingginya minat pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk berjualan di kawasan Bukit Pelangi, Kabupaten Kutai Timur, membuat Bagian Umum Sekretariat Daerah setempat kewalahan memenuhi permintaan lapak baru. Kepala Bagian Umum Setda Kutim, Uud Sidoharjo, mengungkapkan saat ini terdapat total 75 tenant UMKM yang tersebar di dua titik, yakni 35 tenant di Bukit Pandang dan 40 tenant di Taman Venus, dengan tarif sewa yang sama yakni sekitar Rp301.500 per bulan.
Tarif tersebut dinilai relatif murah karena biaya listrik dan air ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah daerah, sementara pedagang hanya dikenakan biaya sewa lapak. Hal ini juga menurutnya adalah bentuk kepedulin pemerintah daerah dalam peningkatan dan pengembangan UMKM lokal.
“Itu listrik kita yang tanggung, air kita yang tanggung,” kata Uud.
Di lokasi lain, dekat kawasan Perkim, sudah ada 11 tenant UMKM yang eksis, namun permintaan pembukaan lapak baru di titik itu masih terus mengalir. Uud mengatakan pihaknya tengah mengembangkan konsep zonasi warna untuk membedakan jenis dagangan tiap tenant, misalnya kelompok warna tertentu untuk penjual camilan dan warna lain untuk penjual makanan berat, agar pengelolaan kawasan kuliner lebih tertata dan tidak tumpang tindih dari sisi jenis usaha.
Meski permintaan lapak baru terus berdatangan, Uud menyebutkan bahwa, pembukaan lapak baru belum dilakukan secara serampangan karena pihaknya masih dalam proses penataan kawasan secara menyeluruh terlebih dahulu, sebelum menentukan titik-titik strategis baru bagi pedagang, termasuk di area RTH baru yang tengah dikembangkan mendekati jalur favorit warga berolahraga. Ia juga menyampaikan bahwa Bagian Umum juga akan terlebih dahulu melakukan riset atau pendataan terkait omset para pedagang yang sudah berjualan di kawasan tersebut.
“Selain penentuan lokasi, kami juga akan melakukan observasi terlebih dahulu terhadap para tenant yang sudah ada. Karena kami berharap lokasi baru nantinya juga dapat menumbuhkembangkan UMKM lokal kita yang menjadi tenant. Jadi kami tidak terburu-buru menyetujui penambahan lapak. Kami akan kaji terlebih dahulu sehingga bisa memberikan dampak yang positif,” tegasnya.(Adv-kominfo/Q)
![]()

