KUTAI TIMUR — Seiring kenaikan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga 400 persen pada 2026, Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Timur menyiapkan sejumlah pengembangan fasilitas baru di kawasan Bukit Pelangi untuk mengimbangi peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Hal ini diharapkan selain dapat menjadi fasilitas yang dapat dimanfaatkan masyarakat, juga dapat menunjang peningkatan PAD.

Kepala Bagian Umum Setda Kutim, Uud Sidoharjo, mengatakan salah satu rencana besar tahun ini adalah pembangunan lapangan padel di lokasi yang sebelumnya sudah memiliki struktur tiang bangunan namun belum dilanjutkan. Menurutnya lokasi pembangunan yang tepat berada di belakang Gedung Serba Guna tersebut cukup layak untuk dikembangkan menjadi lapangan Padel.

“Tempatnya sudah ada, tinggal melanjutkan saja, jadi pembangunannya tidak terlalu berat lagi. Lapangannya di samping mini soccer,” ujar Uud. Dengan tambahan ini, kawasan Bukit Pelangi akan memiliki variasi fasilitas olahraga mulai dari lapangan tenis, mini soccer, hingga area golf yang sudah eksis lebih dulu di dekat GSG.

Selain lapangan padel, jelas Uud, Bagian Umum juga tengah menyiapkan pengembangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kawasan dekat Ecopark, tak jauh dari markas TNI AL (Lanal) Sangatta. Lahan tersebut akan ditata ulang dan difungsikan sebagai salah satu ikon baru yang dapat menunjang kegiatan masyarakat dengan konsep alam. Tak hanya untuk menikmati panorama, menurutnya, lokasi tersebut juga dapat digunakan untuk acara pernikahan dengan konsep outdoor berbiaya lebih murah, sebagai alternatif bagi warga yang ingin menyelenggarakan kegiataan dengan budget minimalis.

“Kedepannya, di lokasi RTH tersebut juga bisa disewakan kepada masyarakat untuk menggelar pernikahan outdoor. Mulai dari akad nikah, acara resepsi, ataupun kegiatan lainnya yang tidak terlalu banyak pesertanya, monggo di situ nanti,” kata Uud.

Uud menambahkan, fasilitas olahraga mini soccer yang saat ini ada, jadwalnya nyaris penuh setiap hari. Hal tersebut juga turut mendorong rencana penambahan lapangan sejenis. Menurutnya, permintaan booking lapangan mini soccer datang dari berbagai kalangan, termasuk komunitas dan instansi, sehingga pihaknya kerap harus menolak permintaan jadwal karena keterbatasan slot, terutama pada sore dan malam hari di akhir pekan.

Di sisi lain, imbuhnya, Bagian Umum juga tengah mendata ulang sejumlah fasilitas pendukung seperti toilet umum di beberapa titik taman yang kondisinya sudah mengalami kerusakan akibat usia bangunan, untuk direhabilitasi agar kembali fungsional. Uud menyebut seluruh rencana pengembangan tersebut merupakan teknis agar PAD daerah tidak lagi bertumpu pada dana bagi hasil sumber daya alam, melainkan dioptimalkan dari sektor retribusi dan jasa layanan publik seperti pengelolaan kawasan Bukit Pelangi.

“Kami terus melakukan penataan dan pembenahan fasilitas sebagai bentuk upaya dalam turut meningkatkaan PAD. Hasilnya pun sudah tergambar hingga September 2026 ini sudah melebihi target,” katanya. (Adv-kominfo/Q)

Loading