KUTAI TIMUR – Program Sekolah Lansia yang diinisiasi Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mendapat animo tinggi dari warga lanjut usia. Program yang menyasar warga berusia di atas 65 tahun ini diikuti sekitar 200 peserta yang tersebar di empat titik lokasi.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala DPPKB Kutim, Yuriansyah, mengatakan kegiatan digelar rutin setiap hari Jumat dengan materi seputar pola hidup sehat di usia lanjut, dibawakan oleh narasumber dari kalangan dokter dan tenaga kesehatan RSUD Kudungga serta rumah sakit lain di Sangatta. Ia menyebut program ini kemungkinan akan berakhir pada Oktober atau November 2026.

“Program ini sangat diminati, apalagi kurikulum program ini mengacu pada konsep 7 Dimensi Lansia Tangguh yang meliputi aspek spiritual, intelektual, fisik, emosional, sosial kemasyarakatan, vokasional, hingga kepedulian lingkungan,” terangnya.

Berdasarkan penelusuran, Sekolah Lansia resmi diluncurkan langsung oleh Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, di Ruang Meranti Kantor Sekretariat Kabupaten Kutim pada 29 Juni 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33. Empat sekolah yang diresmikan meliputi Sekolah Lansia Sekar Kedaton di Desa Sangatta Utara, Sekolah Lansia Mawar di Kelurahan Teluk Lingga, Sekolah Lansia Sekar Melati di Desa Swarga Bara, dan Sekolah Lansia Bina Sehat di Desa Singa Gembara. Kurikulum program ini mengacu pada konsep 7 Dimensi Lansia Tangguh yang meliputi aspek spiritual, intelektual, fisik, emosional, sosial kemasyarakatan, vokasional, hingga kepedulian lingkungan.

Yuriansyah menyebut dirinya rutin memantau langsung pelaksanaan kegiatan setiap Jumat dan menilai semangat para lansia peserta program tergolong luar biasa, bahkan disebutnya mampu membuat mereka seolah terlepas dari beban rasa sakit berkat aktivitas silaturahmi antarsesama lansia. Selain edukasi pola hidup sehat, kegiatan ini juga diselingi pemeriksaan kesehatan dasar seperti tensi darah oleh tenaga medis yang hadir.

“Program Sekolah Lansia juga mengintegrasikan data lintas OPD di Kutim, dengan harapan bisa terus berkelanjutan dan diperluas ke kecamatan lain pada periode berikutnya,” tutupnya. (Adv-kominfo/Ad)

Loading