‎‎SAMARINDA – Pengurus Provinsi Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kaltim diminta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur segera laksanakan pembinaan atlet usia dini sebagai fondasi peningkatan prestasi olahraga catur di daerah.‎

Dorongan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispora Kaltim, Rasman Rading, saat menghadiri pembukaan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Percasi Kaltim di Hotel Claro Samarinda, Sabtu (18/7/2026).

‎Menurut Rasman, regenerasi atlet harus dipersiapkan sejak dini melalui pembinaan yang berkelanjutan dan didukung kompetisi yang rutin digelar di berbagai tingkatan. Karena itu, ia mengapresiasi rencana Pengprov Percasi Kaltim membentuk akademi atau sekolah catur sebagai pusat pembinaan atlet muda.

‎“Saya sampaikan selamat dan sukses kepada Pak Ahmad Reza. Saya minta agar pembinaan usia dini terus dilanjutkan melalui kejuaraan-kejuaraan. Tadi juga sudah disampaikan akan membentuk rumah catur atau akademi catur. Itu adalah langkah yang terbaik bagi saya sebagai pemerintah Provinsi Kalimantan Timur,” kata Rasman.

‎Ia menegaskan pembinaan tidak boleh hanya bertumpu pada tingkat provinsi. Pengurus Percasi di kabupaten dan kota juga harus aktif menggelar kompetisi kelompok umur untuk menjaring atlet potensial dari daerah.

‎“Saya minta pembinaan di tingkat kabupaten juga lebih kencang. Jangan hanya berharap mengikuti kejuaraan di provinsi, tetapi mereka juga harus membuat kompetisi-kompetisi mini untuk usia dini agar muncul regenerasi atlet dari bawah yang nantinya bisa diseleksi di tingkat provinsi hingga nasional,” ujarnya.

‎Rasman meyakini Kalimantan Timur memiliki banyak atlet berbakat yang belum sepenuhnya mendapatkan ruang untuk berkembang. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah dan organisasi olahraga menjadi faktor penting dalam memperluas jangkauan pembinaan.

‎“Saya yakin banyak sekali atlet, cuma belum terwadahi saja. Apa yang dilakukan Pengprov Percasi ini harus diapresiasi karena setiap event nasional maupun internasional, Percasi Kalimantan Timur selalu ada dan sangat diperhitungkan,” katanya.

‎Menanggapi dukungan tersebut, Ketua Pengprov Percasi Kaltim, H. Akhmed Reza Fachlevi, memastikan pihaknya akan menjalankan program pembentukan akademi catur sebagai salah satu prioritas kepengurusan periode 2026–2030.

‎Menurut Reza, konsep akademi catur telah disiapkan, termasuk skema pembinaan dan lokasi yang akan digunakan. Program tersebut diharapkan menjadi pusat pengembangan bakat bagi pecatur muda Kalimantan Timur.

H. Akhmed Reza Fachlevi – Ketua Pengprov Percasi Kaltim Periode 2026-2030.

‎“Kami sudah menyusun program-program, salah satunya bagaimana ke depan Percasi Kalimantan Timur memiliki sekolah catur yang skemanya sudah kami buat dan tempatnya juga sudah ada. Harapannya bibit-bibit pecatur muda bisa dibina secara berkelanjutan agar prestasinya terus meningkat,” ujarnya.

‎Selain menyoroti pembinaan, Rasman juga mengakui sektor olahraga masih menghadapi tantangan keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi. Meski demikian, ia menegaskan kondisi tersebut tidak boleh menghambat proses pembinaan atlet.

‎“Yang terpenting adalah kreativitas dan inovasi dalam pembinaan. Saya yakin orang tua atlet juga tetap akan memberikan dukungan karena sudah menjadi kecintaan mereka terhadap olahraga catur. Jadi pembinaan harus tetap berjalan,” tutupnya.(*/mn)

Loading