SAMARINDA – Aksi kemanusiaan yang dilakukan oleh Relawan Satu Nadi Kaltim (SANAK) bersama tim Ambulans PWI Kaltim Peduli membuahkan hasil positif. Setelah menjalani perawatan medis intensif, seorang pria yang sebelumnya ditemukan dalam kondisi lemah dan tanpa pendamping keluarga, kini berhasil dipindahkan ke Panti Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial (PRSTS) Harapan Mulia, Kamis (2/7/2026).

Pria tersebut sebelumnya ditemukan warga terbaring tak berdaya di sebuah rumah kos di Jalan Batubara, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu. Merespons laporan warga, tim relawan bergerak cepat melakukan evakuasi pada Kamis (25/6/2026) lalu, untuk mendapatkan perawatan medis di RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda.

Koordinator Relawan SANAK, Rakha Fakhriansyah, yang akrab disapa Ahzar, menjelaskan bahwa pasien tersebut telah menjalani perawatan selama sepekan di Ruang Cempaka, RSUD AWS.

“Pada tanggal 30 Juni 2026 sudah dilakukan CT scan. Akhirnya, pada Rabu (1/7/2026), pihak dokter menyarankan pasien untuk dibawa pulang dan menjalani pengobatan jalan secara berkala,” ujar Ahzar kepada awak media, Kamis (2/7/2026).

Tantangan Mencari Tempat Penampungan

Kendati kondisi medis pasien telah stabil, tim relawan sempat menghadapi kendala dalam mencari tempat penampungan pasca-perawatan. Mengingat pasien tidak memiliki keluarga yang mendampingi, relawan berupaya mencari fasilitas yang mampu menampung dan merawat pria tersebut.

“Beberapa tempat sempat kami hubungi, seperti panti FDJK di Sempaja Barat yang menyatakan siap menampung. Namun, atas saran dari kawan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), kami mencoba melakukan lobi ke Panti Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial (PRSTS) Harapan Mulia agar pasien bisa ditampung di sana karena fasilitasnya yang lebih luas,” jelas Ahzar.

Asrama yang ditempati klien SANAK di Panti Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial (PRSTS) Harapan Mulia, Samarinda.

Upaya tersebut membuahkan hasil setelah tim relawan, dengan didampingi PSM Sungai Pinang, mendatangi kantor panti tersebut.

“Alhamdulillah, kami diberi tempat untuk menampung klien kami di sana,” ungkapnya dengan rasa syukur.

Proses Pemindahan Berjalan Lancar

Puncak dari aksi ini dilakukan pada Kamis (2/7/2026) pagi. Tim relawan menjemput klien dari Ruang Cempaka, kamar 8 RSUD Abdul Wahab Sjahranie, untuk kemudian dibawa menuju Panti Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial (dulu dikenal sebagai PSKW) yang berlokasi di Jalan DI Panjaitan, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda.

Relawan SANAK saat membawa keluar klien dari Ruang Cempaka RSUD AWS.

Serah terima klien dari relawan SANAK dibawa bimbingan Irma kepada pengelola Panti Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial pun dilakukannya. Diterima oleh Tarmizi Kepala Panti Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial (PRSTS) Harapan Mulia, Samarinda, klien langsung ditempatkan di asrama yang baru selesai dibangun.

Relawan SANAK seusai menempatkan klien di salah satu asrama di Panti Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial (PRSTS) Harapan Mulia, Samarinda.

Langkah ini diambil guna memastikan pasien tetap mendapatkan pengawasan dan perawatan yang layak, meski sudah tidak lagi menjalani rawat inap di rumah sakit. Keberhasilan evakuasi dan penempatan ini menjadi bukti sinergi yang baik antara relawan kemanusiaan, pihak medis, dan instansi sosial di Kota Samarinda.

“Nanti tanggal 9 Juli kita akan bawa kontrol klien kami menuju poli RSUD AWS,” pungkasnya.(mn)

Loading