BARONG TONGKOK – Kabupaten Kutai Barat menjadi pusat perhatian dalam perayaan syiar dan kebangsaan pekan ini. Rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-34 Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning di Kecamatan Barong Tongkok, yang berlangsung sejak Sabtu (4/7/2026), menjadi panggung besar bagi penguatan moderasi beragama dan pengabdian kemanusiaan di Kalimantan Timur.
Perayaan yang dipadati ribuan jamaah ini menghadirkan dua agenda utama: Tabligh Akbar bersama penceramah nasional Ustaz Abdul Somad dan Dialog Kebangsaan yang dihadiri Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar.
Dalam Dialog Kebangsaan, Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan bahwa keberagaman Indonesia adalah “lukisan Tuhan” yang harus dirawat dengan toleransi. Ia mengapresiasi capaian Indeks Kerukunan Umat Beragama Indonesia (2025–2026) yang menembus skor 87, angka yang merefleksikan kedewasaan masyarakat dalam hidup berdampingan.
“Masjid dan pondok pesantren harus bertransformasi menjadi rumah bersama. Tidak lagi sekadar tempat ibadah, tetapi pusat pelayanan kemanusiaan yang inklusif bagi siapa saja tanpa memandang latar belakang,” tegas Nasaruddin.
Senada dengan hal tersebut, Pimpinan Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning, KH. Arief Heri Setiyawan, menyebut serangkaian kegiatan Harlah—mulai dari khitanan massal untuk 1.226 peserta, nikah massal, hingga tabligh akbar—adalah bentuk nyata pengabdian pesantren kepada umat.
Pemerintah daerah memberikan apresiasi tinggi atas kiprah Ponpes Assalam yang selama tiga dekade konsisten menjadi perekat sosial di Kutai Barat. Wakil Bupati Kutai Barat, Nanang Adriani, menyatakan bahwa pesantren adalah mitra strategis pemerintah dalam membangun SDM yang berakhlak dan berdaya saing.
“Pemerintah Kabupaten Kutai Barat bersama Forkopimda berkomitmen penuh menjaga kondusivitas daerah. Kami mengajak masyarakat menjadikan momentum harlah ini sebagai penguat moderasi beragama dan persaudaraan,” ujar Nanang.
Dukungan serupa datang dari Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, yang menyebut Kaltim sebagai miniatur Indonesia yang harmonis. Sebagai bentuk apresiasi, Pemprov Kaltim berkomitmen memberikan penghargaan bagi penjaga rumah ibadah lintas agama, sebagai simbol dedikasi dalam menjaga kerukunan di Bumi Etam.
Ilmu dan Akhlak sebagai Penjaga Bangsa
Puncak kerohanian dirasakan saat Tabligh Akbar bersama Ustaz Abdul Somad. Dalam tausiahnya, ia mengingatkan bahwa ilmu tanpa akhlak tidak akan memberikan manfaat bagi kemaslahatan umat.
“Pesantren adalah kawah candradimuka tempat menanamkan adab. Generasi terbaik lahir ketika ilmu pengetahuan dipadukan dengan kesalehan sosial yang mampu menjadi rahmat bagi lingkungannya,” pesan UAS di hadapan ribuan jamaah.
Hadir dalam rangkaian acara tersebut Anggota DPR RI Syarifah Suraidah Harum, Sekda Provinsi Kaltim Sri Wahyuni, tokoh adat Kaltim Dr. H. Syaharie Jaang, tokoh masyarakat H. Didik Effendi, serta jajaran Forkopimda dan tokoh lintas agama.
Dengan semangat kebersamaan yang terpancar di Kutai Barat, Harlah ke-34 Ponpes Assalam Arya Kemuning bukan sekadar perayaan institusi pendidikan, melainkan pesan kuat bahwa persatuan adalah fondasi paling kokoh dalam menjaga keutuhan bangsa di tengah kemajemukan.(*/mn)
![]()

