SAMARINDA – Antusiasme ribuan pelari menyambut ajang Samarinda Half Marathon berubah menjadi petaka. Alih-alih mendapatkan race pack (paket lomba), para peserta yang mendatangi lokasi pengambilan di Taman Buah, Jalan Slamet Riyadi, Jumat (19/6/2026), justru mendapati lokasi kosong melompong. Tidak ada satu pun panitia atau pihak Event Organizer (EO) yang bertanggung jawab di tempat.
Kekecewaan memuncak bagi para peserta yang sengaja datang dari luar daerah. Mereka tidak hanya kehilangan uang pendaftaran sebesar Rp300 ribu yang telah dilunasi sejak akhir 2025 lalu, tetapi juga telah mengeluarkan biaya akomodasi, hotel, hingga tiket pesawat yang tidak sedikit.
Kejadian ini tidak hanya dianggap sebagai tindak penipuan, namun juga dinilai mencoreng martabat Kota Samarinda. Fajar, seorang peserta lokal dari Samarinda Seberang, mengungkapkan kemarahannya karena ajang tersebut secara terbuka menggunakan identitas daerah.
“Saya sebagai orang Samarinda merasa dipermalukan. Kegiatan ini menggunakan nama kota kita dan logo burung enggang sebagai ikon Kaltim. Jangan sampai ada oknum yang sembarangan memanfaatkan identitas daerah untuk aksi yang tidak bertanggung jawab,” tegas Fajar.
Hal senada disampaikan Miko, peserta yang membawa rekan-rekannya dari Jakarta. Ia mengaku malu karena tamu dari luar daerah yang ia ajak justru menjadi korban dari ketidakprofesionalan penyelenggara.
“Teman-teman dari Jakarta keluar biaya besar untuk tiket dan hotel. Tiba-tiba acara seperti ini bermasalah. Tentu ini membuat kami malu sebagai tuan rumah,” keluhnya.
Para peserta kini menuntut pihak berwajib untuk segera mengusut tuntas kasus ini. Banyak yang menyesalkan kurangnya pengawasan atau verifikasi dari pihak terkait, seperti Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) atau Dinas Pariwisata, terhadap penyelenggara yang mengatasnamakan kota.
Budi, peserta asal Jakarta, menilai insiden ini berdampak luas terhadap citra daerah. “Di daerah lain, event lari adalah sarana promosi wisata dan UMKM. Di sini, justru menjadi tempat penipuan. Kami berharap aparat segera mengambil langkah tegas agar kejadian serupa tidak terulang dan merusak kepercayaan masyarakat terhadap event olahraga di Samarinda,” ungkapnya.
Langkah Kepolisian
Menanggapi kerumunan peserta yang kecewa, jajaran Samapta Polresta Samarinda telah mengamankan lokasi untuk mencegah aksi anarkis. Ipda Mat Bahri dari Piket Samapta Polresta Samarinda mengimbau seluruh peserta yang merasa dirugikan untuk segera menempuh jalur hukum.
“Kami sudah mengarahkan peserta untuk membuat laporan resmi. Hingga malam ini, sebagian peserta sudah melaporkan dugaan penipuan ini ke Polresta Samarinda agar bisa diproses lebih lanjut sesuai hukum yang berlaku,” jelas Ipda Mat Bahri.
Hingga berita ini diturunkan, pihak penyelenggara masih menghilang dan belum memberikan keterangan resmi terkait ketidakhadiran mereka serta kepastian nasib ajang Samarinda Half Marathon yang dijadwalkan berlangsung Sabtu (20/6/2026) hari ini.(*/mn)
![]()

