SAMARINDA – Kata “spektakuler” rasanya tidak berlebihan untuk menggambarkan suasana di Convention Hall Gelora Kadrie Oening Sempaja, Samarinda, pada Minggu (7/6/2026) siang. Ribuan pasang mata larut dalam sukacita saat menghadiri resepsi pernikahan Nabilla Syifa Audriyana Ajie, ST dan Yovi Dwinata Prangjaya, ST.
Sehari sebelumnya, Sabtu (6/6/2026), sepasang kekasih ini telah mengikat janji suci dalam prosesi akad nikah yang khidmat di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Kaltim, Jalan Milono. Namun hari Minggu itu, atmosfer perayaan berubah menjadi sebuah pesta budaya yang megah sekaligus cair.
Kedua mempelai tampil anggun dan serasi dalam balutan pakaian pengantin adat Jawa yang kental dengan nuansa sakral. Sejak pukul 11.00 WITA, acara dimulai dengan rangkaian ritual adat Jawa yang memikat perhatian para undangan. Di tengah ruangan, sebuah panggung hiburan berdiri megah dengan 4 pilar berukir, menjadi pusat perhatian sekaligus generator kegembiraan sepanjang acara.

Gedung pertemuan tersebut disesaki lautan manusia yang datang dari berbagai pintu masuk. Panitia membagi alur masuk menjadi dua: jalur VIP yang dilengkapi barisan meja serta kursi yang tertata rapi, dan jalur masyarakat umum yang dikonsep sebagai pesta berdiri (standing party). Tanpa sekat yang kaku, semua kalangan membaur menikmati hidangan.
Antusiasme yang luar biasa ini menyisakan cerita unik. Karena padatnya undangan, jembatan menuju pelaminan menjadi sangat panjang. Tamu undangan harus rela berdiri berjam-jam demi bisa memberikan ucapan selamat secara langsung kepada kedua mempelai.

“Tadi saya tidak sempat bersalaman, panjang antrean. Ada sampai dua jam lebih harus antre berdiri,” kisah Ivan, salah satu kolega dari keluarga Wakil Gubernur Seno Aji, yang mengaku baru menerima undangan pada pagi hari menjelang acara.
Kemeriahan pesta ini juga disuntik oleh suguhan seni yang kaya. Bergantian, tarian tradisional dari berbagai daerah dan petikan magis musik Sampek khas Dayak membubung ke langit-langit gedung. Puncaknya, ketika musisi legendaris tanah air, Katon Bagaskara, naik ke atas panggung. Suasana mendadak riuh dan romantis saat Katon melantunkan deretan lagu hitsnya, termasuk lagu ikonis “Negeri di Atas Awan” dan “Yogyakarta”, yang sukses menghanyutkan para tamu di tengah teriknya siang Samarinda.

Di tengah riuhnya acara, sekitar pukul 13.55 WITA, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud tiba di lokasi. Didampingi istri dan anaknya, serta dikawal ketat oleh ajudan dan sekretaris pribadinya, Senja, kehadiran orang nomor satu di Kaltim ini langsung disambut hangat oleh Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ekty Emanuel.


Saat didaulat memberikan sambutan, Gubernur Rudy Mas’ud menyelipkan doa terbaik bagi pernikahan Nabila—putri pertama pasangan Ir. H. Seno Aji, M.Si dan Hj. Wahyu Hernaningsih, S.Ps—dengan Yovi—putra kedua pasangan Mubiarto dan Jumiatun Seraya, SE.

“Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan keberkahan, kebahagiaan, serta menjadikan rumah tangga yang dibangun menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah,” ucap Rudy tulus.
Tak hanya gubernur, deretan pejabat penting lain seperti Sultan Kutai, Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman, hingga Bupati Berau Sri Juniarsih yang hadir bersama suami, tampak menikmati momen kebersamaan tersebut bersama beberapa pejabat dari pusat.
Hingga jarum jam menunjukkan pukul 15.00 WITA dan acara resmi berakhir, kehangatan masih terasa di setiap sudut gedung, antrian tamu juga masih tampak mengular, walau pintu masuk telah ditutup. Pesta hari itu bukan sekadar perayaan cinta dua insan, melainkan sebuah ruang silaturahmi besar yang merekatkan harmonisasi lintas elemen masyarakat di Benua Etam.
Membawa sejuta cerita tentang antrean panjang, indahnya pakaian adat, hingga nostalgia tembang lawas, pernikahan Nabila dan Yovi sukses mencatatkan diri sebagai momen bersejarah yang akan selalu dikenang oleh keluarga besar dan masyarakat Kalimantan Timur.(mn)
![]()

