BANYUWANGI – Libur panjang Idul Adha 2026 menjadi momen yang sangat cocok untuk menghabiskan waktu berlibur. Bagi Anda yang sedang berada di Banyuwangi, libur lebaran kali ini menyuguhkan berbagai kegiatan ritual seni budaya yang unik, magis, dan tentunya sangat berkesan untuk disaksikan.

Kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini memang tak pernah kehabisan pesona budayanya. Tak berhenti di situ, keseruan libur Idul Adha di Banyuwangi akan berlanjut dengan ritual mistis Seblang Bakungan. Ritual adat yang telah berlangsung selama ratusan tahun ini dijadwalkan kembali digelar oleh masyarakat suku Using setempat.

Ritual tahunan yang sarat akan nuansa magis ini akan diselenggarakan di Balai Sanggar Seblang, Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah. Berdasarkan agenda, ritual sakral ini bakal berlangsung pada hari Minggu (31/5/2026) mendatang.

Untuk diketahui, Seblang Bakungan merupakan sebuah tarian magis yang dibawakan oleh seorang wanita tua yang telah menopause dalam kondisi trans atau kehilangan kesadaran. Tarian yang penuh energi spiritual ini selalu berhasil menyedot perhatian ribuan pengunjung.

Puncak acara Seblang Bakungan akan dimulai dengan prosesi pembacaan mantra dan doa oleh pemangku adat. Setelah itu, sang penari Seblang akan dirasuki roh leluhur dan mulai menari mengikuti irama gending, yang akan berlangsung semalam suntuk.

Bagi masyarakat Kelurahan Bakungan, tradisi ini bukan sekadar hiburan visual semata, melainkan ritual bersih desa sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan tolak bala. Bagi wisatawan yang tertarik menyaksikan kedua tradisi legendaris ini, diimbau untuk datang lebih awal ke lokasi agar tidak kehabisan tempat.

Bagi masyarakat Kelurahan Bakungan, tradisi ini bukan sekadar hiburan visual semata, melainkan ritual bersih desa sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan tolak bala. Bagi wisatawan yang tertarik menyaksikan kedua tradisi legendaris ini, diimbau untuk datang lebih awal ke lokasi agar tidak kehabisan tempat.

“Saya setiap tahun pasti menghadiri seblang Bersama keluarga,” terang Takim warga Kertosari Banyuwangi.

Takim menjelaskan, selain melihat tarian magis yang penarinya sampai tidak sadar tersebut, menurutnya juga sebagai menjaga warisan budaya para leluhur.

“Saat ini kita tinggal menjaga budaya warisan ini. Jangan sampai dilupakan oleh generasi muda banyuwangi,” harapnya. (Az)

Loading