JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajaran Reserse Kriminal (Reskrim) se-Indonesia untuk menciptakan rasa aman dan memberikan keadilan bagi masyarakat. Hal tersebut ditegaskan Kapolri saat membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Reskrim di Aula Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (7/5/2026).

Jenderal Sigit menyatakan bahwa Rakernis ini merupakan wujud komitmen Polri dalam memperkuat kualitas penegakan hukum yang menjadi perhatian khusus pemerintah.

“Ini menunjukkan wujud komitmen kita untuk bersama-sama bersatu melaksanakan penegakan hukum yang memberikan rasa aman dan memberikan keadilan bagi masyarakat,” ujar Sigit.

Sinergi dengan Kebijakan Presiden

Dalam arahannya, Kapolri menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergisitas antar-Aparat Penegak Hukum (APH). Menurutnya, hal ini wajib dilakukan agar proses hukum di Indonesia berjalan optimal dan sejalan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam mengawal rencana kerja pemerintah.

Sigit juga menyoroti dinamika global yang berdampak pada situasi keamanan dalam negeri, termasuk munculnya celah hukum baru yang perlu diantisipasi.

“Kita menghadapi situasi global yang berdampak di dalam negeri dan memunculkan celah hukum baru. Dengan profesionalisme dan sinergisitas yang kuat, kita bisa memberikan penegakan hukum yang tegas terhadap kejahatan yang membahayakan negara dan masyarakat,” jelasnya.

Menghadapi tantangan zaman, Kapolri menyinggung implementasi KUHP dan KUHAP yang baru. Ia meminta seluruh anggota Reskrim untuk melakukan penyesuaian paradigma dalam menjalankan tugas di lapangan.

Ia mendorong penguatan restorative justice (keadilan restoratif) di semua tingkatan, sehingga hukum tidak hanya dipandang sebagai instrumen atributif tetapi benar-benar memberikan ruang keadilan bagi semua pihak.

“Harapan kami, Polri bisa bekerja sama dengan seluruh APH untuk memberikan harapan baru terkait paradigma KUHP dan KUHAP baru yang memberikan ruang keadilan restoratif. Ini perlu dipahami oleh seluruh anggota dan kita juga harus memperkuat literasi kepada masyarakat,” tambah Kapolri.

Selain penindakan tegas terhadap kejahatan transnasional dan modus operandi baru, Jenderal Sigit mengingatkan jajarannya untuk tetap mengedepankan pelayanan yang humanis, khususnya bagi kelompok masyarakat rentan.

Rakernis ini diharapkan menjadi momentum penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) di fungsi Reskrim agar lebih profesional, transparan, dan akuntabel dalam menuntaskan perkara-perkara yang menjadi perhatian publik.(rls/mn)

Loading