PEKANBARU – Menteri Lingkungan Hidup (LH), Mohammad Jumhur Hidayat, memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi penegakan hukum dan pelestarian alam yang diinisiasi oleh Polda Riau. Dalam kunjungan kerja perdana ke Mapolda Riau, Senin (4/5/2026), Jumhur menilai pendekatan Green Policing yang diterapkan di Riau melampaui ekspektasinya dan layak menjadi model nasional.
Kunjungan strategis ini bertujuan memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga ekosistem lingkungan. Turut mendampingi Menteri LH dalam rombongan tersebut, Ketua Dewan Direktur Great Institute Syahganda Nainggolan dan pengamat publik sekaligus Founder Tumbuh Institute, Rocky Gerung.
Inovasi ‘Green Policing’ dan ‘Waste to Energy’
Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan memaparkan dua program unggulan, yakni Green Policing dan Waste to Energy (WTE). Irjen Herry menegaskan bahwa isu lingkungan di Riau merupakan isu multidimensi yang berkaitan erat dengan keamanan, ekonomi, dan keadilan sosial.
“Melalui Green Policing, kami tidak hanya mengedepankan penegakan hukum, tetapi juga membangun kesadaran kolektif melalui perubahan pola pikir, perilaku, dan budaya organisasi,” ujar Kapolda Riau.
Merespons paparan tersebut, Menteri Jumhur mengaku terkesan dengan kesiapan Polda Riau dalam menangani isu lingkungan. Ia bahkan menyebut konsep tersebut merupakan model yang sangat baik bagi institusi lain.
“Saya merasa apa yang terjadi hari ini akan saya adopsi. Kalau Green Policing ini terjadi di mana-mana, di setiap institusi, saya rasa tidak perlu lagi Kementerian Lingkungan Hidup. Ini luar biasa,” tegas Jumhur.
Selain memuji inovasi kelembagaan, Menteri Jumhur juga menyoroti carut-marut isu pertambangan ilegal. Ia meminta aparat untuk jeli membedakan antara masyarakat lokal yang mencari nafkah dengan aktor utama di balik rantai ekonomi ilegal.
“Penambang itu belum tentu jahat, karena banyak dari mereka adalah masyarakat lokal. Yang biasanya jahat itu penampungnya,” jelas Jumhur.
Ia mendorong agar Izin Usaha Pertambangan Rakyat (IPR) segera diterbitkan guna memberikan kepastian hukum serta perlindungan bagi masyarakat kecil agar tidak terus terjebak dalam praktik ilegal.
Penghormatan untuk Riau
Kunjungan ini juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Buruh yang ditandai dengan pemotongan tumpeng bersama perwakilan serikat pekerja. Jumhur menegaskan kehadiran pemerintah pusat di Mapolda Riau adalah bentuk penghormatan Republik kepada masyarakat Riau.
“Kita ingin memastikan ada perbaikan yang nyata, termasuk dalam peningkatan indeks-indeks lingkungan di daerah,” pungkasnya.
Kegiatan ditutup dengan penayangan video pengungkapan kasus lingkungan serta penampilan seni bertema ekologis. Kehadiran tokoh seperti Rocky Gerung dalam kunjungan ini juga mempertegas pentingnya perspektif etika lingkungan dan kesadaran ekologis dalam ruang publik ke depan.(rls/mn)
![]()

