SAMARINDA – Provinsi Kalimantan Timur terus memacu kapasitas produksi pangan hewani guna memenuhi kebutuhan penduduk di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Pasalnya, hingga saat ini, IKN baru mampu memenuhi sekitar 30 persen kebutuhan pangannya secara mandiri.

Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) menyiapkan langkah strategis dengan membuka keran investasi besar-besaran di sektor peternakan ayam petelur terintegrasi.

Kabid Perbibitan, Pakan, dan Produksi Peternakan DPKH Kaltim, Ihyan Nizam, mengungkapkan bahwa komoditas unggas—khususnya ayam dan telur—mengalami lonjakan permintaan yang paling signifikan. Namun, produksi lokal saat ini masih jauh dari kata cukup.

“IKN baru mampu penuhi sekitar 30 persen kebutuhan. Sisanya dipasok dari daerah penyangga dan luar Kaltim. Khusus telur, defisit kita saat ini masih berada di angka 40 persen,” jelas Ihyan, Senin (27/4/2026).

Untuk memangkas ketergantungan pasokan dari Kalimantan Selatan dan Sulawesi, pemerintah pusat dan daerah kini mendorong masuknya investasi yang mengintegrasikan sistem hulu hingga hilir.

Terdapat 11 unit pengembangan peternakan ayam petelur yang disiapkan di sejumlah wilayah strategis yang berbatasan langsung dengan IKN, di antaranya Kabupaten Paser, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kota Balikpapan.

“Investasi difokuskan pada peternakan ayam petelur terintegrasi. Ada sebelas unit pengembangan yang dirancang untuk memperkuat produksi lokal,” tambahnya.

Ihyan menjelaskan bahwa pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi di IKN secara otomatis meningkatkan kebutuhan daging sapi, ayam, dan telur. Transformasi Kaltim sebagai daerah penyangga utama bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk menjamin ketahanan pangan ibu kota baru.

“Pengembangan 11 unit investasi ini, Kalimantan Timur diharapkan tidak hanya sekadar menjadi “jalur masuk” pangan dari luar pulau, tetapi mampu menjadi produsen mandiri yang mampu menutup celah defisit 40 persen tersebut secara bertahap,” pungkasnya.(*/mn)

Loading