JAKARTA – Pagi itu, suasana di Town Hall PDC Tower terasa berbeda. Bukan deru mesin atau diskusi teknis pengeboran yang memenuhi ruangan, melainkan percakapan hangat mengenai kesehatan mental dan penerimaan diri. Ratusan karyawan PT Patra Drilling Contractor (PDC) tampak antusias mengikuti Health Talk bertajuk “Healing, Growing, Performing: Grow Up Without Leaving Yourself Behind”, Kamis (26/3/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar seminar kesehatan biasa. Melalui narasi yang menyentuh, para “Perwira” PDC diajak menyelami kedalaman pikiran mereka, memahami hubungan antara anatomi otak, trauma masa lalu, hingga pengaruhnya terhadap performa kerja sehari-hari.
Praktisi kesehatan mental dari Kelas Kehidupan, Dedi Setiawan, membuka wawasan peserta bahwa kesehatan mental memiliki dasar biologis yang nyata. Ia menjelaskan bagaimana stres kronis dan trauma masa lalu dapat memengaruhi corpus callosum—jembatan saraf yang menghubungkan logika dan emosi di otak manusia.
“Saat sistem saraf terus-menerus berada dalam mode waspada akibat stres, hormon kortisol akan melonjak tak terkendali. Dampaknya bukan hanya di pikiran, tapi merembet ke gangguan metabolik hingga keluhan fisik seperti ketegangan otot dan gangguan pencernaan,” urai Dedi di hadapan para peserta.
Tak berhenti pada teori, para karyawan juga diajak mengenali “luka masa kecil” (inner child wounds) seperti perasaan terabaikan (abandonment) atau krisis kepercayaan (trust wound). Pola-pola inilah yang seringkali tanpa disadari membentuk reaksi emosional profesional di kantor.
Plt. Direktur Utama PDC, Fitra Adriza, menegaskan bahwa investasi pada kesejahteraan mental karyawan adalah investasi bagi masa depan perusahaan. Baginya, karyawan yang sehat secara mental akan jauh lebih bijak dalam mengambil keputusan dan memimpin tim.
“Kesehatan mental bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi fondasi produktivitas perusahaan. Perwira PDC yang sehat secara mental lebih mampu bekerja optimal tanpa meninggalkan kesejahteraan diri sendiri,” ujar Fitra dalam sambutannya.
Sebagai solusi praktis, kegiatan ini juga membekali karyawan dengan teknik regulasi emosi melalui jurnal, meditasi, hingga pemahaman kepribadian lewat metode DISC (Dominance, Influence, Steadiness, Compliance). Tujuannya jelas: agar setiap individu mampu merespons tekanan kerja dengan cara yang lebih sehat.
LAYANAN NYATA UNTUK KARYAWAN
Melengkapi sesi diskusi, PDC juga menghadirkan layanan kesehatan fisik berupa pemeriksaan medis dan suntik vitamin C. Tak hanya itu, beberapa peserta terpilih mendapatkan kesempatan langka untuk melakukan konsultasi pribadi secara gratis dengan psikolog profesional.
Melalui agenda ini, PT Patra Drilling Contractor membuktikan komitmennya bahwa di balik operasional industri energi yang tangguh, terdapat manusia-manusia yang harus tetap dijaga kesejahteraannya. Karena untuk tumbuh besar, seseorang tidak boleh meninggalkan dirinya sendiri di belakang.(*/mn)
![]()

