SAMARINDA – Pemeriksaan menyeluruh struktur Jembatan Mahakam 1 oleh tim Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim mengharuskan penutupan sementara fungsi Jembatan Mahakam I berturut-turut antara pukul 09.00 s.d pukul 14.00 WITA selama tiga hari, mulai tanggal 4 Maret hingga tanggal 6 Maret 2025

Penutupan jembatan untuk keperluan audit menyeluruh ini paska tertabraknya tongkang indosukses 28 bermuatan kayu bahan kertas pada tanggal (16/2/2025) milik PT Pelayaran Mitra Tujuh Samudera, menyebabkan dua fender atau pelindung jembatan yang mengalami kerusakan bahkan roboh ke dasar Sungai Mahakam. Padahal fender jembatan berfungsi sebagai pelindung jembatan dari benturan kapal. Selain itu, ia juga dapat mencegah kerusakan struktur jembatan.

Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, menegaskan bahwa survei ini bertujuan untuk memastikan keamanan dan kelayakan struktur jembatan sebelum kembali dibuka sepenuhnya untuk masyarakat.

Kasat Lantas Polresta Samarinda, Kompol La Ode Prasetyo, menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas kali ini berbeda dari sebelumnya. Jika sebelumnya Jembatan Mahakam IV digunakan untuk lalu lintas dua arah yang justru menyebabkan kemacetan, kali ini pengalihan arus lebih tertata.

“Pengendara yang datang dari luar Samarinda menuju pusat kota dapat memanfaatkan Jembatan Achmad Amins (eks Jembatan Mahkota II) atau Jembatan Mahulu. Sementara itu, kendaraan yang akan keluar dari Kota Samarinda dapat menggunakan Jembatan Mahakam IV,” ungkapnya.

Dengan penerapan skema ini, diharapkan lalu lintas tetap lancar tanpa adanya kepadatan kendaraan seperti yang terjadi pada rekayasa sebelumnya. Masyarakat diimbau untuk mengatur jadwal perjalanan agar terhindar dari kemacetan, terutama saat jam sibuk.

Langkah ini diambil setelah hasil simulasi pengalihan arus pada 28 Februari 2025 menunjukkan bahwa Jembatan Mahakam Kembar IV mengalami kepadatan yang signifikan. Beban kendaraan yang dialihkan ke jembatan tersebut ternyata melebihi kapasitas, menyebabkan kemacetan hingga satu jam. Oleh karena itu, rekayasa lalu lintas kali ini akan lebih mengandalkan Jembatan Mahulu dan Jembatan Mahkota II untuk menjaga kelancaran arus kendaraan.

“Kami ingin memastikan bahwa penutupan ini tidak menimbulkan kemacetan parah. Kami juga menghindari penggunaan U-turn sebagai titik rekayasa lalu lintas karena dapat memperparah kepadatan. Oleh sebab itu, kami maksimalkan penggunaan dua jembatan lainnya agar lalu lintas tetap terkendali,” tambahnya.

Untuk menghindari kebingungan di lapangan, Dinas Perhubungan dan Satlantas Polresta Samarinda telah memasang rambu-rambu di berbagai titik strategis sebagai petunjuk bagi para pengendara. Selain itu, personel kepolisian dan petugas Dishub juga akan ditempatkan di beberapa titik persimpangan untuk mengatur arus lalu lintas dan memberikan arahan kepada pengguna jalan.(*/mn)

Loading