TENGGARONG SEBERANG — Program ketahanan pangan yang diinisiasi Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) menunjukkan capaian angka yang signifikan. Hingga kuartal II tahun 2026, luasan lahan jagung yang dikelola bersama masyarakat berhasil memproduksi ratusan ton jagung, sekaligus memperkuat rantai pasok pangan pasca-panen di wilayah Kalimantan Timur.

Berdasarkan data Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri periode Januari hingga Mei 2026, Polda Kaltim telah merealisasikan penanaman jagung seluas 861,45 hektare. Angka ini mencakup 57,1 persen dari total potensi lahan sebesar 1.517,5 hektare di Kalimantan Timur, dengan akumulasi hasil panen mencapai 368,97 ton jagung.

Kepastian serapan pasar juga terjamin setelah sebagian besar hasil panen tersebut langsung masuk ke dalam rantai distribusi pangan negara.

“Dari total hasil panen tersebut, sebanyak 220,24 ton jagung telah berhasil diserap secara resmi oleh Perum Bulog,” ungkap Kapolda Kaltim, Irjen Pol Endar Priantoro, saat menghadiri Panen Raya Serentak di Lahan Ketahanan Pangan Kawasan PT Kitadin, Desa Embalut, Kutai Kartanegara, Sabtu (16/5/2026).

Kapolda Kaltim menyerahkan bantuan sarana pertanian kepada petani binaan.(foto: hms polda Kaltim)

 

Bantuan pupuk organik juga diserahkan Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro kepada petani binaan.(foto hms polda kaltim)

Selain angka produksi yang tinggi, indikator keberhasilan program ini juga terlihat dari tingkat kemandirian para petani lokal. Saat ini, terdapat 207 kelompok tani yang berada di bawah pembinaan Polri di seluruh wilayah Kalimantan Timur.

Hebatnya, 94 persen dari total kelompok tani tersebut kini sudah mampu menjalankan usaha pertanian mereka secara mandiri dan produktif tanpa ketergantungan penuh pada stimulus eksternal.

“Keberhasilan program ini merupakan hasil kerja keras bersama. Saya mengapresiasi seluruh kelompok tani yang terus menunjukkan semangat dan optimisme dalam mengelola sektor pertanian secara mandiri,” kata Irjen Pol Endar.

Aksi ketahanan pangan ini bergerak masif secara simultan. Khusus pada Mei 2026, seluruh Polres jajaran di bawah Polda Kaltim bergerak bersama mengeksekusi panen serentak di wilayah masing-masing dengan total luas lahan 31,25 hektare dan proyeksi hasil tambahan mencapai 47,40 ton jagung.

Kapolda menegaskan, skema integrasi dari hulu ke hilir ini terwujud berkat kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Forkopimda Kaltim, Pemkab Kukar, pelaku usaha, tokoh masyarakat, hingga kalangan mahasiswa.

“Program ketahanan pangan ini tidak akan berjalan optimal tanpa adanya sinergi dan kolaborasi dari seluruh pihak. Kebersamaan yang terbangun hari ini menjadi bukti nyata komitmen kita,” jelasnya.

Kegiatan panen raya di Kutai Kartanegara ini ditutup dengan partisipasi secara virtual dalam agenda Panen Raya Nasional yang dipusatkan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, yang dipimpin langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto bersama Kapolri.(rls/mn)

Loading