SAMARINDA — Komisi Informasi, Komunikasi, dan Digitalisasi (Infokomdi) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat penetrasi informasi ke tengah masyarakat. Langkah taktis ini diwujudkan melalui program siniar (podcast) resmi yang bermarkas di Ruangan Podcast MUI Kaltim, Jalan Harmonika Nomor 1, Samarinda, Selasa (8/9/2026).
Ketua Komisi Informasi, Komunikasi, dan Digitalisasi (Infokomdi) Drs. H. Muhammad Roghib menjelaskan dalam episode terbarunya, program siniar yang dipandu oleh Adyan Rusady, S.E., dari jajaran Infokomdi Kaltim menghadirkan Ketua Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI Kaltim, Dr. Bahrani, M.Pd., sebagai narasumber utama.
Kehadiran wadah digital ini disambut hangat oleh Bahrani. Menurutnya, pemanfaatan platform berbasis audio-visual dan web resmi merupakan terobosan penting agar seluruh program kerja strategis dari berbagai komisi di tubuh MUI dapat tersampaikan secara transparan hingga ke lapisan masyarakat paling bawah.
“Saya sangat menyambut baik Komisi Infokomdi MUI Kaltim yang memberi ruang dan peluang bagi komisi-komisi untuk membedah dan mensosialisasikan program serta realisasinya melalui podcast. Harapan saya, teman-teman komisi bisa memanfaatkan media MUI Kaltim agar semua program bisa sampai ke masyarakat, bahkan yang paling bawah,” ujar Bahrani.
Dalam perbincangan mendalam tersebut, dosen pascasarjana UINSI Samarinda ini memaparkan arah kebijakan strategis komisinya dalam membina umat, yang difokuskan pada tema besar: membangun generasi berakhlak, moderat, berdaya saing, dan melek teknologi.
Bahrani menegaskan bahwa penanaman karakter moral berbasis agama Islam harus terus dikedepankan di tengah arus modernisasi. Pendidikan agama tidak lagi sekadar menjadi ritual ibadah, tetapi diarahkan untuk mencetak generasi muda yang berilmu, menjunjung tinggi nilai-nilai Islam moderat (wasathiyah), serta mampu mengintegrasikan kemajuan teknologi modern secara positif.
Kendati demikian, ia tak menampik adanya kekhawatiran terkait pergeseran etika di kalangan generasi Z saat ini, khususnya menyangkut adab dan kesopanan dalam berinteraksi—baik di dunia nyata maupun di ruang digital (cyber ethics). Bahrani secara terbuka membandingkan kedisiplinan dan rasa hormat pelajar masa lalu terhadap pendidik dengan realitas sosial dewasa ini yang dinilainya kian menipis.
“Kalau dulu murid dengan guru sangat sopan santun, kalau ketemu menunduk dengan hormat. Jaman dulu murid mendatangi guru, mengajak guru bersalaman, cium tangan. Bedakan dengan sekarang, murid kalau ketemu guru kadang cuek atau menjauh. Ini sungguh sangat memprihatinkan,” ungkapnya.
Delapan Program Unggulan dan Capaian Konkret
Menjawab tantangan tersebut, Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI Kaltim telah merumuskan delapan program kerja prioritas, yang meliputi Pelatihan IT bagi guru-guru agama di Kota Samarinda, Sinergi dengan DP3A dalam mengevaluasi kualitas pendidikan agama Islam di tingkat SD, Menengah, dan Madrasah se-Kaltim, Gerakan MUI Goes To School menyasar sekolah-sekolah di berbagai daerah.
Selain itu juga menyasar Pendidikan Usia Lanjut (PAUL) guna memberikan ruang peningkatan pengetahuan agama, kesehatan mental, serta ketahanan keluarga bagi lansia.
Talkshow Penguatan Moderasi Beragama bagi para da’i dan da’iyah.
Kolaborasi dengan MUI Kabupaten/Kota dalam memperluas jangkauan Program Pendidikan Kaderisasi Ulama (PKU) berbasis daerah.
Penguatan Citra Positif Pesantren melalui publikasi di Podcast MUI Kaltim dan kerja sama siaran dengan RRI Pro 1 Samarinda.
Bimbingan Teknis Beasiswa studi lanjut S1, S2, hingga S3 ke Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) bagi lulusan SMA/SMK/MA di Kaltim.
Sebagai wujud nyata dari perencanaan tersebut, beberapa program telah sukses direalisasikan. Di antaranya adalah pelatihan teknologi informasi bagi tenaga pendidik agama yang dipusatkan di IKIP PGRI Samarinda, serta program pengkaderan ulama yang hingga kini telah melahirkan delapan angkatan.
“Ratusan alumni dari program kaderisasi tersebut kini telah tersebar di berbagai pelosok Kaltim untuk mengabdi sebagai khatib, pengajar, hingga pendamping umat di tengah masyarakat.” pungkas Dr. Bahrani, M.Pd.(*/mn)
![]()

