Catatan Rizal Effendi
RASANYA tak lengkap kalau kita tak membicarakan calon-calon Wakil Wali Kota (Wawali) Balikpapan 2029. Soalnya calon walikotanya sudah kita ulas beberapa kali. Jadi penting juga warga mau tahu siapa-kira yang cocok menjadi Balikpapan 2.
Ada sejumlah nama beredar lama. Tapi ada juga wajah baru yang belum kita singgung. Saya dulu tahun 2006 menjadi calon Wawali mendampingi Pak Imdaad Hamid agak dadakan. Hanya beberapa hari saja diputuskan.
Menurut saya, calon Wawali 2029 dari unsur birokrasi yang kuat cuma satu. Yaitu Muhaimin, mantan Sekdakot yang sekarang duduk sebagai Kepala Bappeda Kaltim. Dia sudah lama digadang-gadang. Hampir saja dia muncul pada Pilwali 2024. Muhaimin punya pengalaman yang kuat di pemerintahan. Pernah di PU dan Kadisdik. Juga punya pengalaman di organisasi sebagai Ketua KNPI, Karang Taruna dan Pramuka.
Sedang dari unsur partai dan legislatif ada beberapa nama. Ada Budiono di PDIP, Iwan Wahyudi di PPP, Andi Arif Agung di Golkar, Yono Suherman di NasDem serta Sabaruddin Panrecalle dan M Taqwa di Partai Gerindra.
Perjalanan karier politik Budiono cukup menarik. Pernah menjadi Ketua DPC PDIP, pernah Wakil Ketua DPRD dan pernah jadi calon wawali menggantikan calon wawali terpilih Tohari Aziz, yang meninggal dunia akibat Covid. Sayang prosesnya tersendat, sehingga gagal mendampingi Wali Kota Rahmad Mas’ud pada periode 2019-2024.

Iwan Wahyudi adalah Ketua DPC PPP. Pernah jadi Ketua HIPMI. Dia adalah putra dari politikus ulung Bunda Hj Kasriyah. Wanita ini malang melintang di dunia politik sampai hingga duduk di DPR RI. Sedang Yono terbilang baru. Tapi dia melejit karena langsung duduk sebagai Wakil Ketua DPRD.
Andi Arif Agung yang dikenal dengan sebutan A3, rasanya politikus paling senior di Golkar Balikpapan. Dia sangat mumpuni jika diberi jalan ke eksekutif. Ayah ibunya tokoh terkenal yaitu pasangan Andi Syarifuddin dan Hj Suharti.
Sabar dan Taqwa juga anggota Dewan paling senior di Partai Gerindra. Sabar sekarang menjadi anggota DPRD Kaltim, sedang Taqwa tetap di DPRD Balikpapan sebagai wakil ketua. Keduanya cukup matang, apalagi berada di Partai Presiden Prabowo Subianto. Tentu sangat menguntungkan.
Dari unsur pengusaha dan organisasi juga beredar beberapa nama. Ada Abriantinus dan Soegianto. Keduanya sering sama-sama, karena mereka ketua dan sekretaris APINDO Kaltim. Abriantinus juga baru terpilih sebagai Ketua Forum Komunikasi Paguyuban Balikpapan (FKPB).

Waktu Pilkada 2024 nama Abriantinus sempat beredar. Dia juga dikenal sebagai tokoh masyarakat Dayak. Sedang Soegianto sangat low profile. Padahal dia punya prestasi banyak dan bertangan dingin. Direktur Operasional Platinum Group ini, juga aktif di berbagai organisasi olahraga. Dia juga Ketua Perhimpunan Hotel Republik Indonesia (PHRI) Balikpapan dan Ketua PBSI. Pernah juga dipercaya menjadi Ketua Panitia HUT Kota.
Dari kalangan muda juga mencuat beberapa nama. Di antaranya Ketua Kadin Noval Aspihani, Ketua HIPMI Adam Dustin Bhakti dan mantan Ketua HIPMI Glenn Nirwan. Ketiganya sangat berkualitas.
Kalau mau ditambah ada juga Malvin Ardento. Dia kakak ipar Noval. Malvin pernah menjadi anggota DPRD, jadi sudah punya pengalaman politik. Dia baru saja menyatakan mundur dari Bendahara KONI Balikpapan karena ingin fokus membina cabor. Malvin adalah Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Indonesia Cycling Federation (ICF) Kaltim.
CALON WANITA
Apakah ada kemungkinan calon wawali dari tokoh wanita? Bisa saja terjadi. Menurut saya ada beberapa nama yang bisa dipertimbangkan. Di Dewan, ada nama Mieke Henny dari Partai Demokrat dan Yusdiana dari NasDem.
Di luar itu ada nama Ida Prahastuty yang pernah menjadi anggota Dewan, Ketua IWAPI Balikpapan Yuli Shinta Novianti dan Ketua IWAPI Kaltim Ernawaty Gafar. Dari birokrasi ada nama dr Andi Sri Juliarty, Asisten 3 Pemkot dan Ketua IDI Balikpapan, yang akrab dipanggil Dokter Dio.

Di luar nama-nama yang disebutkan tadi, masih ada kemungkinan muncul nama-nama lain atau nama yang sudah pernah beredar. Misalnya, Ketua Partai Gelora drg Syukri Wahid. Mantan anggota DPRD ini, sempat menjadi calon wawali pada Pilwali 2024. Waktu itu dia mendampingi HM Sa’bani. Syukri juga dikenal sebagai ustaz yang rajin berceramah di berbagai tempat. Penguasaannya terhadap pemerintahan cukup baik.
Ketua DPC PDIP Eddy Sunardi Darmawan atau Eddy Tarmo bisa juga muncul kembali. Pada Pilwali Balikpapan 2024, dia menjadi calon wawali mendampingi Rendy Ismail. Eddy juga pernah menjadi anggota DPRD Kaltim.
Tempo hari Ketua Partai Berkarya Kaltim H Karmin Laonggeng juga mengincar kursi Balikpapan 2. Ada kemungkinan pada Pilwali 2029 dia berkenan dalam posisi tersebut. Pada Milad dia ke-65 beberapa hari lalu, Karmin mengundang Wakil Wali Kota Bagus Susetyo. Apa itu isyarat dia bakal mendampingi Bagus? Tapi di situ hadir juga Abdulloh, salah satu calon kuat Wali Kota Balikpapan 2029.

Hal serupa bisa juga dilakukan Ketua DPD Partai NasDem Balikpapan, Abdul Hakim Rauf. Pada Pilkada 2016 dia pernah menjadi calon wakil wali kota mendampingi Andi Burhanuddin Solong (ABS). Meski gagal saat itu, tapi bisa menjadi pengalaman penting kalau dia maju lagi dalam posisi yang sama.
Di saat kita berbicara soal calon wakil kepala daerah, di Jakarta muncul isu peniadaaan jabatan wakil kepala daerah. Golkar dan BRIN yang melempar wacana tersebut dalam rangka menekan biaya politik tinggi dan mencegah konflik atau “pecah kongsi” antara kepala daerah dan wakilnya setelah terpilih. Fraksi PKB di Komisi II mengusulkan hal yang sama.
PKS menilai konflik antara kepala daerah dan wakilnya memang mengganggu, namun penghapusan jabatan wakil berisiko memicu konsentrasi kekuasaan, karena itu mereka mengusulkan alternatif paket politisi dengan profesional.
Terhadap usulan itu, PDIP bersikap menolak. “Kami ngga setuju,” kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Dia menegaskan, Pilkada lahir dari semangat reformasi yang memindahkan kedaulatan dari tangan penguasa ke tangan rakyat.
Dia menjelaskan, konsep kepala daerah dan wakil kepala daerah sudah melekat dalam sistem meskipun dalam praktiknya kerap muncul persoalan antara keduanya setelah terpilih.
Kemarin, saya bertemu teman lama. Dia pengusaha pengembang. Dia tanya apakah saya masih bisa maju, setidaknya sebagai wakil walikota. “Saya merindukan sosok seperti Pak Wali. Respon terhadap keluhan kita, dan tidak banyak ha hu ha hu-nya,” katanya sembari tertawa.(*)
![]()

