SAMARINDA — Berdasarkan pantauan cuaca dan citra satelit Specialised Meteorological Centre (ASMC) per Rabu (12/8/2026) pukul 18.02 WITA, kondisi sebaran asap dan titik panas (hotspot) di Pulau Kalimantan terpantau masih cukup signifikan. Konsentrasi utama kebakaran dan asap terkonsentrasi di wilayah Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, hingga Kalimantan Timur (Kaltim)
Secara umum, sebaran hotspot tampak cukup padat di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. Area yang ditandai dengan warna kuning atau oranye transparan menunjukkan wilayah yang sedang mengalami kabut asap tingkat sedang (moderate haze).

Di Kalimantan Timur sendiri, hotspot terpantau cukup banyak, terutama terkonsentrasi di wilayah Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Berau, serta sejumlah kawasan di pedalaman Kaltim.
Indikasi kabut asap di berbagai wilayah Kalimantan ini dinilai konsisten dengan karakteristik musim kemarau atau fenomena El Niño, di mana vegetasi dan lapisan permukaan tanah menjadi lebih kering sehingga jauh lebih mudah terbakar.
Konsentrasi hotspot yang saling berdekatan turut meningkatkan probabilitas terbentuknya plume atau kolom asap apabila aktivitas pembakaran lahan terus berlangsung secara masif.
Berdasarkan analisis angin, arah angin dominan di wilayah Kaltim saat ini cenderung bergerak menuju ke arah utara hingga timur laut. Kondisi ini membuat asap dari sumber kebakaran di bagian selatan atau barat daya Kaltim berpotensi tersapu bergerak ke arah utara dan timur laut.
Oleh karena itu, wilayah-wilayah seperti Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Berau perlu mendapatkan perhatian ekstra apabila sumber-sumber api di sekitarnya tetap aktif. Kendati demikian, masyarakat di Samarinda diimbau tidak panik; laporan ASMC mencatat bahwa asap dari wilayah Kalimantan bagian tengah atau selatan tidak serta-merta masuk ke Samarinda, karena pergerakannya sangat bergantung pada dinamika perubahan arah dan kecepatan angin lokal.(*/mn)
![]()

