SURABAYA — Minggu pagi yang tenang di perairan utara Pulau Burung, Sapudi, Sumenep, Madura, seketika berubah menjadi medan kepanikan. Kapal penumpang berjenis Ro-Ro, KM Mutiara Sentosa 2, yang melayani rute pelayaran dari Surabaya menuju Makassar, mendadak dilalap si jago merah pada Minggu (2/8/2026) pagi.

Asap mengepul di KM Mutiara Sentosa II yang sedang berlayar dari Surabaya menuju Ujung Pandang.

Kepanikan massal langsung melanda kapal yang mengangkut sekitar 250 orang penumpang dan awak tersebut. Kobaran api dilaporkan mulai melahap bagian kabin kapal dengan sangat cepat pada rentang pukul 06.00 hingga 07.00 WIB, nyaris menghanguskan seluruh badan kabin utama.

Video amatir yang beredar luas di berbagai platform media sosial memperlihatkan kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi ke angkasa, mencoreng birunya langit perairan Madura. Di atas geladak, suasana tegang tak terhindarkan. Para penumpang tampak panik mengenakan jaket keselamatan berwarna oranye, berdesakan mencari tempat aman di area anjungan dan haluan kapal demi menghindari jilatan api yang kian membesar.

Detik-detik Mencekam dan Hilangnya Kontak Nakhoda

Situasi di atas kapal kian memburuk ketika api mulai menguasai sebagian besar struktur atas kapal. Tekanan psikologis yang luar biasa membuat sebagian penumpang nekat melompat ke laut demi menyelamatkan nyawa mereka dari kepungan asap sesak dan panasnya api.

Di tengah situasi genting tersebut, nakhoda KM Mutiara Sentosa 2 sempat melakukan komunikasi darurat dan melaporkan kondisi kritis (distress call) ke pihak berwenang. Namun malang, tak lama setelah laporan awal tersebut, kontak dengan anjungan kapal terputus total. Posisi dan kondisi nakhoda kini masih dalam penelusuran intensif tim SAR gabungan.

Upaya pertolongan pertama sempat menemui kendala di lapangan. Kapal terdekat yang melintas di sekitar lokasi kejadian, yakni Meratus Project 3, tidak dapat mendekati posisi KM Mutiara Sentosa 2 dikarenakan muatan kapal tersebut yang sangat mudah terbakar, sehingga dikhawatirkan justru memicu ledakan susulan yang lebih besar.

Ringkasan Data Insiden KM Mutiara Sentosa 2
Jenis Kapal: Ro-Ro (Milik PT Atosim Lampung Pelayaran / ALP)

Rute Pelayaran: Surabaya (Tanjung Perak) → Makassar (Soekarno-Hatta)

Lokasi Kejadian: ±19 mil laut utara Pulau Burung, Sapudi, Sumenep, Madura

Waktu Kejadian: Pukul 06.00–07.00 WIB (Kebakaran mulai) | Laporan SAR diterima pukul 08.24 WIB

Jumlah Jiwa: ±250 orang (Penumpang & awak)

Respons Cepat dan Operasi Evakuasi Gabungan
Kantor SAR Surabaya yang menerima laporan resmi dari Syahbandar Tanjung Perak pada pukul 08.24 WIB langsung bergerak cepat mengoordinasikan operasi penyelamatan skala besar. Sejumlah armada laut dikerahkan menuju titik koordinat insiden yang berjarak sekitar enam jam pelayaran dari Surabaya.

Kepala KSOP Kelas IV Kalianget, Azwar Anas, membenarkan insiden nahas tersebut. Pihaknya menyatakan bahwa fokus utama saat ini adalah penyelamatan jiwa manusia, sembari terus menghimpun data rinci terkait kronologi pasti dan kondisi terkini korban.

“Kami membenarkan adanya kejadian kebakaran tersebut di perairan Sumenep. Saat ini koordinasi lintas instansi terus berjalan, dan kami masih menunggu informasi lebih lanjut serta laporan resmi dari lapangan terkait kondisi penumpang dan perkembangan evakuasi,” ujar Azwar Anas.

Hingga saat ini, armada penyelamat yang terdiri dari KN SAR 249 Permadi milik Basarnas Surabaya, Tugboat TB Hasnur 26 yang mulai bergerak melakukan evakuasi sejak pukul 09.59 WIB, RIB 01 Pos SAR Sumenep, serta kapal tanker British Mentor bahu-membahu menuju lokasi guna memberikan pertolongan darurat.

Pihak berwenang menegaskan bahwa hingga berita ini diturunkan pada pukul 14.56 WIB, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa. Seluruh unsur SAR masih berfokus penuh di medan lokasi untuk memastikan evakuasi berjalan lancar dan seluruh korban dapat segera dievakuasi ke daratan terdekat. Informasi lanjutan akan segera disampaikan secara berkala seiring masuknya data terbaru dari tim di lapangan.(*/mn)

Loading