BALIKPAPAN — Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Balikpapan mencatat delapan jemaah haji meninggal dunia selama pelaksanaan ibadah haji di Arab Saudi hingga awal Juni 2026. Seluruh jemaah yang wafat dimakamkan di Arab Saudi sesuai ketentuan yang berlaku.
Sekretaris PPIH Debarkasi Balikpapan, Suharto, mengatakan dari total delapan jemaah yang meninggal, satu orang wafat di Madinah, enam orang di Makkah, dan satu orang di Mina. Mayoritas jemaah yang meninggal merupakan kelompok lanjut usia dengan riwayat penyakit penyerta.
“Rata-rata jemaah haji meninggal itu mereka hipertensi, gagal jantung dan gangguan pernapasan. Rata-rata usianya di atas 65 tahun,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (6/6/2026).
Menurut Suharto, cuaca panas ekstrem yang melanda Arab Saudi selama musim haji menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi jemaah kategori risiko tinggi. Karena itu, petugas kesehatan bersama ketua kloter terus melakukan pemantauan kondisi kesehatan jemaah selama berada di Tanah Suci.
Ia menjelaskan, jemaah yang meninggal dunia di Arab Saudi akan dimakamkan di wilayah setempat sesuai aturan yang berlaku.
“Begitu meninggal di sana maka jemaah harus dimakamkan di sana karena itu sudah menjadi wilayah otorita Arab Saudi,” katanya.
Meski terdapat laporan jemaah wafat, PPIH memastikan kondisi jemaah yang akan dipulangkan melalui kloter pertama Debarkasi Balikpapan dalam keadaan baik dan layak terbang.
“Alhamdulillah jemaah semua dalam keadaan sehat untuk bisa diterbangkan nanti di kloter pertama,” tutup Suharto.
Berdasarkan data PPIH Embarkasi Balikpapan per 4 Juni 2026, delapan jemaah yang meninggal dunia terdiri atas Endar Jaya Purwadi (62) asal Samarinda yang wafat di Madinah pada 30 April 2026, Harun Rusdi Notosiswoyo (70) asal Penajam Paser Utara yang wafat di Makkah pada 13 Mei 2026, serta Yusup Hasan Kaco Hasan (65) asal Kutai Timur yang wafat di Makkah pada 17 Mei 2026.
Selanjutnya, Masran Petta Condeng (70) asal Balikpapan wafat di Makkah pada 25 Mei 2026, Irama Madduta (79) asal Tarakan wafat di Makkah pada tanggal yang sama, Achmad Rasyid Bondang (78) asal Samarinda wafat di Makkah pada 31 Mei 2026, Nurhani Daeng Parani (61) asal Banggai Laut wafat di Mina pada 29 Mei 2026, serta Dulles Potabuga (65) asal Kotamobagu yang wafat di Makkah pada 30 Mei 2026.
Mayoritas jemaah yang meninggal dunia merupakan kelompok lanjut usia dan wafat saat menjalani rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.(*/mn)
![]()

