SAMARINDA — Perjuangan menjinakkan amukan si jago merah di Jalan Revolusi, Gang Indah, RT 05, Kelurahan Lokbahu, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, pada Sabtu (23/5/2026) siang, harus dibayar mahal. Tiga orang personel relawan tumbang sesak nafas sehingga mendapatkan perawatan medis saat menjalankan aksi kemanusiaan tersebut.

Kebakaran yang melanda kawasan permukiman padat penduduk sekitar pukul 13.40 WITA ini berlangsung dramatis. Berdasarkan data di lapangan, tiga orang personel relawan mengalami sesak nafas akut akibat menghirup asap tebal yang mengepul dari bangunan kayu yang terbakar.

Api dengan cepat melalap bangunan pemukiman yang terbuat dari kayu di Gang Indah Jalan Revolusi RT. 05 Lok Bahu, Sabtu siang (23/5/2026).

Sementara itu, satu personel relawan lainnya mengalami nasib nahas setelah terlibat kecelakaan lalu lintas di Jalan MH Haryono saat sedang memacu kendaraan menuju lokasi kejadian (TKP 65). Korban langsung dievakuasi oleh tim medis ke IGD RS Hermina untuk penanganan intensif.

Risiko tinggi yang dihadapi para relawan ini tidak lepas dari beratnya medan yang harus dihadapi. Sembari berkejaran dengan waktu agar api tidak meluas, petugas dan relawan di lapangan harus berjibaku menembus jalan M. Said yang sempt dan padat arus lalu lintas serta akses Gang Indah yang sempit, hanya cukup untuk masuk motor. Kondisi diperparah dengan kerumunan warga yang memadati lokasi kejadian serta terbatasnya sumber air di sekitar titik api.

Namun, lewat sinergi cepat puluhan unsur gabungan, api akhirnya berhasil dikuasai dalam waktu kurang lebih 50 menit menggunakan 9 unit truk tangki Disdamkar dan PMK Swasta, serta dukungan 23 mesin portabel milik relawan.

Proses pemadaman ini turut dikawal ketat oleh tim gabungan mulai dari Relawan Kota Samarinda, Disdamkar, Tim Medis EMT-ITS, PMI, Command Centre 112, BPBD, jajaran Polresta Samarinda, TNI, hingga Tagana dan ORARI.

 

Rumah Kosong Jadi Sumber Api

Meski memakan korban luka dari pihak relawan, beruntung tidak ada korban jiwa dari warga setempat. Isu mengenai adanya warga yang terjebak di dalam rumah sempat mencuat lantaran sang pemilik rumah asal api, Amat Unjung, tidak bisa dihubungi.

Begitu dapat informasi ada warga yang terbakar, Personil BPBD Samarinda berusaha mencari dengan membongkar puing-puing bangunan yang terbakar, hasilnya nihil.

Kanit Pamapta Polresta Samarinda, IPDA Pol. Mat Bahri, meluruskan kabar tersebut. Ia menyebutkan bahwa saat api berkecamuk, rumah dalam kondisi kosong.

“Informasi warga diduga api berasal dari bagian plafon rumah saudara Amat. Yang bersangkutan sedang tidak di rumah karena sedang bekerja di kawasan Juanda,” jelas Mat Bahri di sela-sela proses pendinginan.

Pihak keluarga membenarkan ponsel Amat sempat tidak aktif pasca-kejadian. “Yang punya rumah ini keponakan saya, hingga sekarang belum bisa dihubungi,” kata Bahrun, warga RT 05, yang juga menyebut satu unit sepeda motor milik Amat ikut ludes terbakar.

Ketua RT 05 Kelurahan Lokbahu, Ismed Purwadi, mencatat ada 5 bangunan berbahan kayu yang hangus terbakar dalam insiden ini, meliputi 4 rumah tunggal (milik Suriansyah, Amat Unjung, Martin, dan Sunarso) serta 1 bangunan bangsalan dua pintu. Akibatnya, 6 KK dengan total 24 jiwa kini kehilangan tempat tinggal.

Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab utama kebakaran yang diduga akibat arus pendek listrik (korsleting) tersebut.(mn)

Loading