LANDAK – Bagi warga Dusun Pemantas di Desa Darit, Kecamatan Menyuke, perjalanan sehari-hari selama ini adalah tentang keberanian. Di atas aliran sungai, mereka harus melangkah perlahan di atas jembatan gantung sederhana yang terbuat dari jalinan bambu dan lantai papan. Meski diperkuat tali sling, goyangan jembatan tua itu kerap mendebarkan jantung, terutama saat membawa beban hasil bumi.

Namun, kecemasan itu perlahan mulai menemukan penawarnya. Pada Senin (6/4/2026) siang, suasana di pinggir sungai Dusun Pemantas tampak berbeda. Personel TNI dari Kodim 1210/Landak berkumpul bersama warga untuk memulai sebuah misi penting, peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Perintis Garuda.

Pembangunan jembatan ini bukan sekadar proyek infrastruktur biasa. Kegiatan ini merupakan bagian dari program strategis nasional yang dilaksanakan secara serentak di Kalimantan Barat, di bawah komando Danrem 121/Alambhana Wanawai, Brigjen TNI Purnomosidi, yang memantau langsung prosesnya secara daring dari Kabupaten Sanggau.

Dandim 1210/Landak, Letkol Kav Andy Setio Untoro, menegaskan bahwa hadirnya jembatan ini merupakan instruksi langsung dari Presiden RI untuk menyentuh wilayah-wilayah yang membutuhkan akses perintis.

“Kami melaksanakan pembangunan Jembatan Garuda secara serentak, dan Desa Darit menjadi salah satu titik prioritasnya. Ini adalah komitmen kami untuk hadir di tengah kesulitan rakyat,” ujar Letkol Kav Andy Setio Untoro di sela kegiatan.

Jembatan gantung baru ini direncanakan membentang sepanjang 30 meter dengan lebar 1,2 meter. Konstruksinya dirancang lebih kokoh untuk menggantikan jembatan bambu yang selama ini menjadi satu-satunya tumpuan warga. Proses pengerjaannya diperkirakan memakan waktu sekitar 35 hari.

Menariknya, pembangunan ini tidak dilakukan oleh TNI sendirian. Mengedepankan semangat kemanunggalan, pengerjaan jembatan melibatkan masyarakat setempat melalui program padat karya. Harapannya, warga tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga merasa memiliki jembatan tersebut sejak tiang pertama ditancapkan.

“Harapan kita, masyarakat bisa menggunakan jembatan ini dengan baik, akses semakin mudah, dan perlahan perekonomian warga di sini menjadi jauh lebih baik,” tambah Dandim.

Camat Menyuke, Thomas Ronaldo Oktora, tidak dapat menyembunyikan rasa syukurnya. Baginya, bantuan dari pemerintah pusat melalui TNI ini adalah jawaban atas kerinduan warga akan akses transportasi yang lebih manusiawi dan aman.

“Terima kasih kepada pemerintah pusat dan TNI. Semoga jembatan ini membawa manfaat besar, khususnya bagi warga Desa Darit yang selama ini beraktivitas dengan fasilitas seadanya,” tutur Thomas.

Ia juga menitipkan pesan kepada warganya agar nantinya, ketika jembatan ini telah berdiri kokoh, semangat gotong royong tidak berhenti pada tahap pembangunan saja. Merawat dan menjaga jembatan adalah kunci agar manfaatnya bisa dirasakan hingga anak cucu kelak.

Kini, Dusun Pemantas mulai menghitung hari. Tak lama lagi, langkah kaki anak-anak sekolah dan para petani tak perlu lagi ragu saat menyeberangi sungai. Jembatan Garuda akan segera membentang, menjadi urat nadi baru yang membawa kemajuan bagi Desa Darit.(rls/mn)

Loading