KUTAI TIMUR – DPRD Kutai Timur akan memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan 50 program Kutim Hebat yang dicanangkan Bupati Ardiansyah dan Wakil Bupati Mayunadi, terutama di tengah kondisi penurunan anggaran daerah tahun 2026.
Anggota DPRD Kutim, dr. Novel Tyty Paembonan, menegaskan bahwa meskipun 50 program tersebut patut diapresiasi, namun pelaksanaannya harus dibuktikan kepada masyarakat dengan pengawasan yang ketat, termasuk dari sisi pengeluaran anggaran.
“Kita akan terus mengawasi pelaksanaan program-program yang mereka sebut dengan 50 program Kutim Hebat. Program ini harus terukur, terarah dan bisa dipertanggungjawabkan. Muaranya adalah semuanya memang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Novel, Kamis (15/01/2026).
Politisi tersebut menjelaskan bahwa di tahun kedua pemerintahan dengan kondisi anggaran yang menurun, kepala daerah bersama wakil kepala daerah harus maklum bahwa tidak bisa memaksimalkan nilai anggaran sesuai yang dijanjikan. Penyesuaian dengan kondisi keuangan menjadi keniscayaan.
DPRD akan menjalankan fungsi pengawasan melalui kunjungan langsung ke lapangan untuk memastikan program-program tersebut berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata kepada masyarakat. Novel menekankan bahwa tanggung jawab DPRD bukan hanya menganggarkan sesuai kemampuan, tetapi juga mengawasi kerja-kerja pemerintah daerah dalam pelaksanaan program.
“Ketika Rp250 juta kemarin semua bisa kita buat, tapi sekarang ketika tinggal Rp100 juta atau Rp150 juta, berarti kita minta kepada Bupati dan wakilnya harus benar-benar bijak. Dengan SKPD-nya, dengan OPD terkait harus benar-benar bikin program yang memang menjadi skala prioritas,” jelasnya.(Q)
![]()

