KUTAI TIMUR – Mahyunadi “Sang Petarung” menegaskan pilihan hatinya terhadap Ardiansyah Sulaiman sebagai pasangan dalam Pilkada 2024. Unad (Sapaan akrab Mahyunadi) memantabkan diri menjadi Calon Wakil Bupati (Cawabup) bagi Calon Bupati (Cabup) yang sering disebut “Ustad” Ardiansyah Sulaiman.
Ia menegaskan kesiapannya baik dari sisi lahir, bathin dan finansial untuk berpasangan dengan Ardiansyah Sulaiman. Pilihan ini diambil dengan pertimbangan kedekatan, kesamaan misi, serta keinginan untuk membangun dan mengabdi untuk Kutim.
Sosok Ardiansyah yang dikenalnya mulai tahun 2004 menurutnya adalah figur yang dewasa dan bijaksana. Selain itu menurut Unad, Ardiansyah ini adalah orang yang jujur dan pintar, sehingga menurutnya layak untuk bergandengan dalam membangun Kutim ke depannya.
“Saya sempat menduga bakal dipojokkan saat di framming sebagai Cawabup untuk Ardiansyah, namun hawa-hawanya ada keseriusan dari partai pengusung Ardiansyah. Yakin lebih dari 80% di pilih sebagai Cawabup bagi Ardiansyah,” jelasnya dalam sesi wawancara dengan awak media di salah satu cafe di Jalan Soekarno-Hatta, Kamis (9/05/2024).
Mahyunadi juga menyampaikan bahwa sampai saat ini loyalisnya yang tergabung dalam wadah “Sahabat Mahyunadi” masih setia. Dengan jumlah lebih dari 6 ribu member, jika digabungkan dengan pemilih fanatiknya, Mahyunadi meyakini jumlah itu akan mencapai sekitar 14% dari jumlah pemilih di Kutai Timur.
Selain loyalis dan Sahabat Mahyunadi, ia juga menegaskan mampu untuk menjadi perekat dan pendelegasi yang baik untuk setiap kebijakan dari Ardiansyah Sulaiman kedepannya. Karena menurut Mahyunadi, pengalaman sebagai pemimpin, politisi dan juga pengayom dimiliki olehnya dan telah teruji.
Kemampuannya tersebut dirasanya mampu melepaskan polemik yang mendera Ardiansyah dalam kepemimpinan dan pencapaian kinerja dari program yang dicanangkan. Terlebih dirinya telah menganalisis penyebab dari kurang maksimalnya program yang dicetuskan oleh pilihan hatinya tersebut di era kepemimpinan yang saat ini.
“Ada beberapa hal yang tidak dapat terlaksana dengan baik, penyebabnya adalah tarik menarik kepentingan politik. Hal ini akan berbeda kedepannya, karena saya tidak punya kepentingan, jadi saat saya calon, saya siap mendampingi Ardiansyah mengabdi untuk masyarakat,” tegasnya.
Soal elektabilitas dan pilihan lain dalam kontestasi Pilkada 2024 mendatang, Mahyunadi hanya menjawab bahwa politik itu dinamis. Dirinya juga kembali menegaskan bahwa Ardiansyah merupakan pilihan hati.
“Saya tidak melakukan survey, saya yakin elektabilitas masih kuat dan saya bisa memilih siapa yang menjadi calon bupati pendamping saya,” ucapnya. (Q)
![]()

