BANYUWANGI – Pasar Banyuwangi resmi menapaki babak baru. Pusat perniagaan yang telah melayani warga sejak 1981 ini hadir dengan wajah yang jauh lebih segar usai revitalisasi total.

Kini, bangunan pasar bertransformasi menjadi ruang niaga modern yang bersih, tertata rapi, serta ramah disabilitas, namun tetap berpijak kuat pada identitas lokal berkat sentuhan arsitektur Suku Osing yang mempertahankan statusnya sebagai cagar budaya. Sejumlah pengunjung terlihat berjalan menyusuri area pasar dan menikmati perubahan tampilan bangunan. Tidak sedikit warga yang mengabadikan berbagai sudut Pasar Banyuwangi menggunakan kamera ponsel.

Sari warga Jember yang kebetulan ke Banyuwangi mengaku penasaran untuk melihat wajah baru Pasar Banyuwangi setelah dilakukan revitalisasi. Sehingga bersama keluarganya memutuskan untuk memilah dari dekat dan belanja di pasar yang berada di pusat kota Banyuwangi tersebut.

“Bangunannya bagus. Selain itu suasa pasar juga bisa menjadi daya tarik sendiri untuk wisatawan mengunjungi,” ujarnya.

Pasar Banyuwangi sendiri, saat ini memiliki bangunan dua lantai yang memadukan konsep modern dengan arsitektur heritage. Penataannya tetap mempertahankan bentuk asli bangunan cagar budaya sekaligus mengadopsi unsur desain rumah tradisional Banyuwangi.

Revitalisasi Pasar Banyuwangi juga terhubung dengan penataan Asrama Inggrisan yang berada di kawasan berdampingan. Kedua bangunan tersebut dirancang sebagai satu kawasan terintegrasi yang memadukan aktivitas ekonomi masyarakat dengan wisata heritage dan edukasi sejarah.

Sementara itu, Pelaksana Teknis (Plt) Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Banyuwangi, Heni Sugiharti, mengatakan pengoperasian kembali Pasar Banyuwangi dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal, sebanyak 560 pedagang mulai menempati lapak masing-masing setelah sebelumnya berjualan di pasar sementara.

“Ada 560 pedagang yang memasuki lapak masing-masing, saat ini sebagian sudah berjualan dan ada yang masih memindahkan barang dagangannya dari pasar sementara,” ujar Heni.

Loading