SAMARINDA — Ada cara unik dan edukatif yang dilakukan Gerakan Memungut Sehelai Sampah Sungai Karang Mumus (GMSS-SKM) Samarinda dalam mengampanyekan kebersihan lingkungan. Komunitas lingkungan di Kalimantan Timur ini menggelar aksi memungut sampah sungai yang dipadukan dengan olahraga air paddle board.
Aksi simpatik yang menjadi media kampanye untuk meningkatkan kesadaran warga agar berhenti membuang sampah ke sungai ini digelar bertepatan dengan peringatan Hari Sungai Sedunia serta puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-11 GMSS-SKM.
“Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi media kampanye untuk membangun kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai,” ujar Ketua Penyelenggara kegiatan, Krisdiyanto, di Samarinda, Ahad.
Krisdiyanto menjelaskan, perlombaan memungut sampah sungai dilakukan secara berpasangan dan dibagi menjadi dua kategori usia, yakni dewasa serta anak-anak. Selain itu, kegiatan juga dimeriahkan dengan ajang paddle board di kelas Fun Paddling Open Man, Fun Paddling Open Woman, dan kelas Junior, dengan total hadiah beserta voucher senilai Rp20 juta.

Antusiasme warga tergolong tinggi. Tercatat sebanyak 23 pasangan (46 orang) berpartisipasi pada lomba memungut sampah kategori dewasa, dan 16 pasangan pada kategori anak-anak. Sementara pada kelas fun paddling, diikuti oleh 14 peserta pria, 15 peserta wanita, serta 12 peserta junior.
Berdasarkan hasil kompetisi, pasangan Afra Mei dan Ilham sukses menyabet juara pertama untuk lomba memungut sampah kategori dewasa, disusul Vito-Daus di posisi kedua dan Iwan-Pasha di posisi ketiga. Untuk kategori anak, gelar juara pertama diraih oleh Rayan dan Habibi, disusul Aulia-Salma di peringkat kedua serta Marya-Risma di posisi ketiga.
Adapun pada kelas Fun Paddling Open Man, Juara 1 diraih oleh Uwowo, Juara 2 Ilham, dan Juara 3 Yaser. Kategori Open Woman dimenangkan oleh Afra Mei Sabrina sebagai Juara 1, Nia Virnie Juara 2, dan Andien Juara 3. Pada kelas Junior, Habibi tampil sebagai Juara 1, disusul Rayyan (Juara 2) dan Salma (Juara 3).
11 Tahun Konsistensi dan Edukasi Tanpa Menggurui
Ketua GMSS-SKM Samarinda, Misman, menyampaikan bahwa selama 11 tahun berdiri, komunitasnya konsisten mengedukasi warga sekitar bantaran sungai melalui aksi nyata—mulai dari memungut sampah, kampanye edukatif, hingga pemulihan ekosistem riparian.
Misman menceritakan pendekatan edukasi unik yang kerap ia lakukan ketika mendapati warga yang membuang sampah ke sungai di depannya. Alih-alih memarahi, ia memilih mengambil kembali sampah tersebut secara langsung untuk dibuang ke Tempat Penampungan Sementara (TPS). Teguran halus tanpa kata-kata itu terbukti efektif menyentuh kesadaran masyarakat.
“Apakah sekarang tidak ada lagi orang yang membuang sampah ke sungai? Tentu masih, tapi jumlahnya sudah berkurang,” ungkap Misman.

Ia menambahkan, GMSS-SKM juga memfokuskan kegiatannya pada penanaman dan perawatan pohon di kawasan riparian (tepian) sungai. Upaya ini dilakukan guna memperkuat ekosistem dan menjaga fungsi alami sungai di tengah pesatnya aktivitas perkotaan Samarinda.(rls/mn)
![]()

