MIMIKA – Suasana hangat dan penuh keceriaan tampak di dalam sebuah honai di Kampung Waa Banti, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua. Puluhan anak-anak terlihat antusias mengikuti kegiatan “Honai Belajar” yang rutin digelar oleh personel Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polsek Tembagapura.

Setiap hari Senin hingga Jumat, honai yang biasanya menjadi tempat berkumpul tradisional masyarakat Papua ini disulap menjadi ruang kelas. Di sini, anak-anak belajar membaca, menulis, dan berhitung dengan didampingi langsung oleh aparat keamanan.

Meski digelar dengan fasilitas sederhana, semangat anak-anak tidak surut. Mereka duduk berkelompok, mengerjakan soal, hingga berdiskusi. Tawa pecah sesekali saat mereka berhasil menyelesaikan tantangan latihan berhitung, menciptakan suasana belajar yang akrab dan jauh dari kesan kaku.

Kehadiran program pendidikan ini mendapat sambutan hangat dari warga setempat. Tokoh pemuda Tembagapura, Deni Tabuni, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas inisiatif Polri dalam mencerdaskan generasi muda di Kampung Waa Banti.

“Saya berterima kasih atas Program Pendidikan Honai Tembagapura yang telah mengajarkan anak-anak kami agar tetap belajar dan bersekolah,” ujar Deni saat memberikan keterangan, Kamis (9/7/2026).

Menurut Deni, pendidikan adalah kunci bagi masa depan anak-anak Papua. Ia pun berharap program ini tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, melainkan terus berkelanjutan agar anak-anak memiliki ruang pendampingan belajar yang konsisten.

Selain aspek pendidikan, Deni juga menyoroti pentingnya situasi keamanan yang kondusif. Baginya, ketenangan masyarakat dalam beraktivitas saat ini tak lepas dari peran Satgas Operasi Damai Cartenz yang terus menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut.

“Saya mengapresiasi personel Polri, khususnya Satgas Operasi Damai Cartenz, dalam menjaga keamanan di tanah Papua sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih tenang,” tambahnya.

Program Honai Belajar merupakan bagian dari upaya pembinaan masyarakat yang dijalankan Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 di berbagai wilayah Papua. Selain memberikan edukasi literasi dan numerasi, program ini juga menjadi sarana untuk membangun kedekatan antara aparat keamanan dan warga setempat.

Melalui pendekatan yang humanis, Polri berharap dapat menciptakan interaksi yang terbuka dengan masyarakat. Harapan besarnya adalah agar kehadiran aparat di tengah masyarakat tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia di wilayah Papua.

“Saya berharap kegiatan positif seperti ini menjadi kegiatan yang berkelanjutan. Semoga Polri terus menjadi kepercayaan masyarakat, baik di Papua maupun di seluruh Indonesia,” tutup Deni.(rls/mn)

Loading