SAMARINDA – Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, mengungkapkan keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) menuntut birokrasi di Kaltim untuk lebih dinamis dan kolaboratif.
“Kepemimpinan birokrasi itu tidak cukup hanya pada urusan administratif. Harus ada visi dan keberanian untuk melakukan perubahan. Pemimpin harus menggerakkan organisasi, bukan sekadar mengerjakan tugas rutin belaka,” tegas Seno Aji saat menyampaikan sambutan pada pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan X tahun 2026 berlangsung di Pusat Pembelajaran Strategi Kebijakan Pelayanan Publik (Pusjar SKPP) LAN-RI, Samarinda, Selasa (5/5/2026).

Wagub Seno Aji berharap pelatihan ini mampu mencetak kader pemimpin yang responsif, tanggap mendengarkan keluhan masyarakat, dan mampu melahirkan solusi konkret di tengah perubahan zaman.
“Saya punya harapan besar kepada peserta pelatihan ini agar mampu menaikkan kemampuan diri dalam memimpin, jadilah pemimpin yang responsif, tanggap mendengarkan keluhan masyarakat, dan mampu melahirkan solusi konkret di tengah perubahan zaman,” ucapnya.
Acara pembukaan ditandai dengan pembacaan Pakta Integritas yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Neneng Chamelia, yang juga merupakan salah satu peserta. Widyaiswara Ahli Utama BPSDM Kaltim, Jauhar Efendi, yang hadir dalam acara tersebut mencatat bahwa salah satu poin krusial dalam pakta tersebut adalah komitmen menjunjung tinggi kejujuran, menjaga sikap, serta saling menghormati selama masa pendidikan.
Sementara itu sekretaris Utama Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN-RI), Andi Taufik, secara resmi membuka Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan X tahun 2026 mengingatkan para peserta untuk mempersiapkan fisik dan mental menghadapi rangkaian pembelajaran sepanjang 923 jam pelajaran. Namun, ia menekankan bahwa kunci sukses mengikuti pelatihan ini adalah manajemen emosi yang positif.

“Learning is most effective when it is fun. Pembelajaran akan mendapatkan hasil yang sangat baik jika peserta mengikuti pelatihan dengan perasaan bahagia,” ujar Andi Taufik.
Kepala Pusjar SKPP LAN-RI, Rahmat, menjelaskan bahwa PKN kali ini menggunakan metode blended learning. Metode ini memadukan jalur klasikal dan non-klasikal dengan pendekatan experiential learning, di mana peserta menyerap pengalaman belajar baik di dalam kelas, secara mandiri, maupun langsung di tempat kerja.
Visi Kepemimpinan di Era IKN
Hadir dalam acara tersebut, prosesi peresmian ditutup dengan penyematan tanda peserta secara simbolis oleh Sekretaris Utama LAN dan Wakil Gubernur Kaltim kepada dua orang perwakilan peserta.

Pelatihan yang akan berlangsung hingga 24 September 2026 ini diikuti oleh 66 peserta dari berbagai instansi pusat dan daerah.
Menariknya, lebih dari separuh peserta, yakni sebanyak 34 orang, merupakan utusan dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Sisanya berasal dari 9 kabupaten/kota yang tersebar di 4 provinsi di Indonesia, mulai dari Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, hingga Papua Barat Daya.
Turut hadir dalam pembukaan ini sejumlah pejabat penting, di antaranya Kakanwil Imigrasi Kaltim Delavino, perwakilan Kanwil Pemasyarakatan, BPSDM Kaltim, serta sejumlah pejabat daerah pengirim baik secara langsung maupun daring.(rls/mn)
![]()

