JAKARTA – Tingginya kebutuhan tenaga kerja di industri minyak dan gas bumi (migas) Indonesia memposisikan sistem tenaga kerja alih daya (manpower outsourcing) sebagai jembatan strategis dalam menopang operasional hulu hingga hilir. Di tengah kebutuhan tersebut, PT Patra Drilling Contractor (PDC) mengukuhkan diri sebagai penyedia layanan Outsourcing Management terpercaya yang mendukung keberlangsungan energi nasional.

Hingga Maret 2026, unit bisnis andalan PDC ini tercatat tengah mengelola 48 kontrak aktif dari berbagai perusahaan dengan total tenaga kerja alih daya mencapai hampir 7.000 orang. Luasan operasinya membentang dari rig pengeboran, kantor pusat dan area, terminal BBM, depot, kilang, hingga terminal lapangan di seluruh penjuru Indonesia.

Manager Outsourcing Management PDC, Rahmat Wijaya, mengungkapkan bahwa layanan yang diberikan bersifat end-to-end, mencakup seluruh siklus pengelolaan sumber daya manusia (SDM).

“Layanan ini mencakup perencanaan kebutuhan, rekrutmen, pelatihan, penempatan, hingga pengelolaan penggajian, administrasi, serta monitoring evaluasi kinerja dan kepatuhan terhadap standar K3L atau HSSE,” jelas Rahmat dalam keterangan resminya.

Menurut Rahmat, layanan PDC dirancang untuk meningkatkan efisiensi operasional pelanggan secara signifikan. Dengan menyerahkan pengelolaan SDM kepada mitra profesional, perusahaan klien dapat memangkas biaya rekrutmen dan pelatihan, sekaligus mendapatkan akses ke talenta global yang terspesialisasi.

Layanan PDC mencakup berbagai tingkatan keahlian, mulai dari tenaga kerja administratif dan operasional hingga tenaga teknis spesialis. Adapun lingkup layanannya meliputi operation support manpower, fuel handling support, terminal operation support, HSSE support, logistics support, hingga maintenance support.

“Keunggulan kami terletak pada pengalaman luas di industri energi serta pemahaman mendalam terhadap sistem dan budaya kerja Pertamina. Sebagai bagian dari grup Pertamina, kami menjamin keandalan dan keberlanjutan layanan bagi para mitra,” tambah Rahmat.

Dalam operasionalnya, PDC menerapkan sistem manajemen yang terintegrasi untuk menjamin kualitas layanan. Perusahaan telah mengadopsi standar internasional seperti ISO 9001 untuk manajemen mutu, standar keselamatan kerja yang ketat, serta penggunaan sistem operasional berbasis digital.

Saat ini, wilayah operasi Outsourcing Management PDC telah menjangkau area-area strategis seperti DKI Jakarta, Sumatera (Palembang, Jambi, Aceh, Duri, Pekanbaru, Dumai), Jawa (Indramayu, Cirebon, Bojonegoro), Kalimantan (Balikpapan, Samarinda, Bunyu, Tarakan, Lawe Lawe), hingga Sorong, Papua.

Sistem digital tersebut mencakup recruitment system, performance management system, hingga payroll system yang terintegrasi. Rahmat menegaskan bahwa seluruh proses dijalankan berdasarkan Standard Operating Procedure (SOP) dan Service Level Agreement (SLA) yang terukur.

“Kami melakukan mekanisme monitoring dan audit berkala untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi dan kualitas layanan. Hal ini menjadikan PDC sebagai mitra strategis yang penting dalam pertumbuhan bisnis pelanggan,” pungkasnya.(rls/mn)

Loading