KUTAI TIMUR – Program angkutan sekolah gratis yang diluncurkan Bupati Kutai Timur saat ini baru berjalan sebagai pilot project di Kecamatan Sangatta Utara. Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kutai Timur, Poniso Suryo Renggono, menyebut sejumlah kecamatan lain telah mengajukan permintaan layanan serupa, namun realisasinya masih menunggu pemetaan kebutuhan.
“Ini memang masih pilot project khusus untuk Sangatta Utara. Ada kecamatan lain juga minta, tapi kita hanya bisa mengusulkan,” ujar Poniso.
Ia menjelaskan, program ini bertujuan menyediakan sarana transportasi bagi pelajar agar tidak perlu menggunakan kendaraan pribadi yang berisiko terhadap keselamatan, mengingat banyak siswa SMP-SMA yang belum memenuhi syarat usia kepemilikan SIM. Penentuan rute dan jadwal penjemputan, menurutnya, ditentukan oleh Dinas Pendidikan, sementara Dishub berperan menyediakan sarana angkutannya.
Untuk perluasan ke kecamatan lain, Poniso menyebut pihaknya telah meminta jajaran bidang menyusun skema kebutuhan berbasis zona, sehingga penambahan armada dapat disesuaikan dengan jumlah sekolah dan siswa di tiap zona. Namun, data mengenai kebutuhan riil masih harus dikoordinasikan lebih lanjut dengan Dinas Pendidikan Kutai Timur.
“Skemanya ini saya minta berzona nanti. Kita lihat dulu, berapa yang mengusulkan, apakah memang sesuai dengan kebutuhan,” katanya.
Poniso menegaskan keterbatasan APBD menjadi salah satu faktor yang membuat perluasan program ini belum bisa dilakukan serentak ke seluruh kecamatan di Kutai Timur.
Selain itu ia juga menyampaikan tentang konsep jangka panjang pengembangan Pelabuhan Kenyamukan tidak hanya sebagai fasilitas bongkar muat, tetapi juga sebagai destinasi wisata terintegrasi. Menurut Poniso, konsep tersebut mencakup penataan kawasan terminal, area UMKM, hingga akses pariwisata di sekitar pelabuhan. Ia menyebut kawasan itu berpotensi menumbuhkan ekonomi lokal sekaligus menjadi pusat destinasi wisata budaya di wilayah timur Kutai Timur.
Pengembangan konsep ini, kata Poniso, membutuhkan koordinasi lintas dinas, termasuk dengan Dinas Pariwisata untuk penataan destinasi, serta Dinas Pertanahan untuk pembebasan lahan terminal dan area UMKM. Ia menyebut rencana ini akan diusulkan dalam rapat koordinasi yang dipimpin Wakil Bupati.
“Nanti ekonomi tumbuh, wisata juga akan tumbuh bareng,” ujarnya.(Adv-kominfo/Ad)
![]()

