SEMARANG — Kafilah Provinsi Kalimantan Timur kembali mengukuhkan dominasinya di tingkat nasional dengan menyabet gelar Juara Umum pada perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) XXXI Tahun 2026 yang berlangsung di Semarang, Jawa Tengah.
Kemenangan ini menandai pencapaian bersejarah hat-trick atau juara umum tiga kali berturut-turut bagi Kaltim sejak MTQN XXX Tahun 2024 di Kaltim dan MTQN XXVIII Tahun 2025 di Sulawesi Tenggara.
Kaltim bertengger di posisi puncak dengan raihan total 288 poin. Raihan tersebut mengungguli tuan rumah Jawa Tengah yang berada di posisi kedua dengan 208 poin, serta DKI Jakarta di peringkat ketiga dengan 129 poin.
Piala bergilir Juara Umum MTQN XXXI diserahkan langsung oleh Menteri Agama RI Prof. Nasaruddin Umar kepada Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dalam acara penutupan di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Semarang, Sabtu (19/9/2026) malam.
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud mengungkapkan rasa syukur mendalam atas mentalitas juara yang ditunjukkan seluruh anggota kontingen Kaltim sejak awal kompetisi.
“Kita memang memiliki prinsip tegas: kalau sudah keluar, harus menang. Artinya, setiap kafilah atau atlet yang pergi bertanding di level nasional targetnya harus menjadi juara. Kita keluar daerah membawa nama Kalimantan Timur, berarti harus optimis mengincar podium tertinggi,” tegas Rudy.
Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, menyebut torehan prestasi ini sebagai buah manis dari perjuangan panjang, kedisiplinan, dan pemusatan latihan terprogram yang dijalani para peserta dan pelatih.
“Ini buah dari kedisiplinan mengikuti arahan pelatih selama pemusatan pelatihan. Semoga semua bernilai ibadah dan memberikan keberkahan bagi seluruh masyarakat Kaltim, agar ke depan Al-Qur’an semakin membumi di Bumi Etam,” ujar Sri.
Pada MTQN XXXI ini, Kaltim menerjunkan 56 peserta untuk bertanding di 8 cabang, 24 golongan, dan 48 kategori lomba. Sebanyak 37 peserta di antaranya berhasil menembus babak final hingga mengantarkan Kaltim meraih poin tertinggi.
Di antara jajaran peraih podium utama (Juara 1), Kaltim mendominasi di berbagai cabang strategis. Pada cabang Tartil Putra, Ahmad Fatih Nawaf Al-Fayadh sukses meraih Juara 1, disusul Asri Wahyuni (Juara 1 Tilawah Anak-Anak Putri), Muhammad Rifqi Rizal (Juara 1 Murattal Remaja Putra), Nita Rahmatiah (Juara 1 Tahfidz 5 Juz dan Tilawah Putri), Muhammad Rasky Raehan (Juara 1 Tahfidz 10 Juz Putra), Tsurayya Aniqa (Juara 1 Tahfidz 20 Juz Putri), serta Muhammad Haikal Al Ghifari (Juara 1 Tahfidz 30 Juz Putra).
Sektor tafsir dan syarhil juga menyumbang poin penuh melalui Enri Ahmed Paturusi (Juara 1 Tafsir Bahasa Arab Putra), grup Syarhil Qur’an Putri (Andi Nur Azkiyah Sultan, Alya Shafaa Zaskia Firly, Ashfia), dan grup Syarhil Qur’an Putra (Muhammad Khairin Arafat, Muhammad Ridho Ansyari, Muhammad Aslan Amir Muthalib).

Dominasi Kaltim makin lengkap di cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ) dan Kaligrafi. Nur Aidila Fitria dan Hakim Maulana masing-masing menyapu bersih Juara 1 KTIQ Putri dan Putra. Sementara di cabang Seni Kaligrafi, Juara 1 diraih oleh Nur Anisa (Kaligrafi Naskah Putri), Muclisin (Kaligrafi Dekorasi Putra), Syarli Baizura Sajidah (Kaligrafi Kontemporer Putri), serta Mita Agusmi Elvia dan Defri Dwi Saputra yang masing-masing merebut Juara 1 Kaligrafi Digital Putri dan Putra.(*/mn)
![]()

