SAMARINDA — Kalimantan Timur kini di ambang darurat ekologis. Di tengah cuaca kering yang kian menyengat, langit Benua Etam tercemar oleh kepulan asap menyusul kemunculan hampir 500 titik panas (hotspot) setiap harinya. Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan lagi sekadar potensi, melainkan teror nyata yang siap melahap apa saja.

*::: CITRA SEBARAN ASAP KARHUTLA :::*
Update : 21 Agustus 2026 16:00 WIB

Terdeteksi Asap Karhutla dengan intensitas sedang hingga tebal di wilayah :
– P. SUMATERA : Riau, Sumatera Selatan.
– P. KALIMANTAN : Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.
– P. PAPUA : Papua Selatan.
.
Masih terdeteksi adanya transboundary haze (ekspor asap karhutla) dari Kalimantan Barat ke wilayah Sarawak – Malaysia.
===
Source :: #Himawari-9 SM (BMKG)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur melaporkan eskalasi kebakaran lahan terus melonjak drastis dalam beberapa hari terakhir. Yang lebih mengkhawatirkan, angka fantastis tersebut bahkan belum sepenuhnya mencakup laporan dari seluruh kabupaten dan kota di Kaltim.

“Rata-rata hampir lima ratus hotspot muncul setiap hari di Kalimantan Timur,” ujar Kepala BPBD Kaltim, Buyung Dodi, dengan nada penuh peringatan, Jumat (21/8/2026).

Kepala BPBD Kaltim, Buyung Dodi. (Foto: jalia/jurnalborneo)

Situasi di lapangan kian tak terkendali. Berdasarkan pantauan data sementara, wilayah Kabupaten Paser mencatatkan rekor tertinggi dengan sebaran kasus kebakaran lahan terbanyak dibanding daerah lainnya.

Tercatat puluhan hingga lebih dari 70 kasus kebakaran melanda wilayah Paser dalam kurun waktu singkat. Lonjakan ini diprediksi masih akan merangkak naik mengingat laporan dari sejumlah wilayah besar, seperti Kabupaten Berau, belum sepenuhnya masuk ke pusat data BPBD.

Asap pekat dari kobaran api kini mulai merangsek masuk ke ruang-ruang publik, mengaburkan jarak pandang, serta mencekik kualitas udara di sejumlah wilayah terdampak. Petugas di lapangan pun harus berjibaku menghadapi medan luas demi melokalisir amukan si jago merah.

Pemerintah Keluarkan Peringatan Keras, Warga Diminta Waspada!
Menyikapi situasi kritis ini, pemerintah tidak tinggal diam. Gubernur Kalimantan Timur telah menerbitkan surat edaran resmi yang memperketat aturan main, termasuk memberlakukan moratorium terhadap perizinan tertentu guna mencegah pembakaran lahan secara sembarangan.

BPBD Kaltim menginstruksikan agar sosialisasi larangan membakar lahan digencarkan secara masif dan berjenjang—mulai dari tingkat kabupaten/kota, kecamatan, kelurahan, hingga ke Ketua RT di pelosok desa.

“Kami minta larangan pembakaran disosialisasikan sampai kepada seluruh masyarakat daerah. Kalau api sudah muncul, segera awasi agar tidak semakin melebar,” tegas Buyung.

Masyarakat diimbau untuk tidak mencoba-coba membuka lahan dengan cara membakar di tengah cuaca kering ekstrem saat ini. Peran serta warga untuk sigap mengawasi kemunculan api sekecil apa pun sangat krusial agar bencana kabut asap parah tidak kembali terulang di Kalimantan Timur.(ja/mn)

Loading