SAMARINDA — Teluk Tomini, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo (M) 6,1 pada Sabtu (15/8/2026) malam pukul 23.25.19 WIB atau Minggu dini hari (16/8/106) pukul 00.25.19 WITA. Meski sempat memicu kepanikan dan membuat warga berhamburan keluar rumah, hasil pemodelan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Berdasarkan analisis pemutakhiran BMKG, episenter gempa bumi terletak di laut pada koordinat 0,26 derajat LU dan 120,25 derajat BT, atau berjarak sekitar 71 kilometer arah barat daya Parigi Moutong, dengan kedalaman 60 kilometer.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Wijayanto, ST, M.Sc., dalam rilis resminya menjelaskan bahwa dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut dikategorikan sebagai gempa bumi menengah akibat aktivitas deformasi batuan dalam lempeng. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan pergerakan mendatar naik (oblique thrust fault).
Guncangan Dirasakan Luas hingga Kalimantan
Getaran gempa ini dirasakan cukup kuat di berbagai wilayah dengan skala intensitas yang bervariasi:
- Skala V MMI (Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun): Tinombo (Parigi Moutong) dan Dampelas (Donggala).
- Skala IV MMI (Dirasakan oleh orang banyak dalam rumah pada siang hari): Kota Parigi, Kota Donggala, Kota Tolitoli, dan Kota Palu.
- Skala III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa seakan truk berlalu): Kota Sigi Biromaru.
Tak hanya di Sulawesi Tengah, guncangan bahkan melintasi lautan dan terasa hingga wilayah Kalimantan, diantaranya Biduk-biduk, Tanjung Selor, Berau, Bontang II-III.
Belum Ada Laporan Kerusakan dan Susulan
Hingga Minggu (16/8/2026) pukul 00.30 WITA, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). Pihak BPBD dan aparat setempat juga belum menerima laporan adanya korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat guncangan tersebut di wilayah Kalimantan maupun titik episenter di Sulawesi Tengah.
Masyarakat diimbau agar tetap tenang, tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, serta menghindari bangunan yang mengalami retak atau rusak akibat gempa.
BMKG menegaskan agar seluruh pihak memastikan informasi resmi hanya bersumber dari kanal komunikasi terverifikasi, seperti akun media sosial @infoBMKG, situs resmi www.bmkg.go.id, aplikasi seluler InfoBMKG, atau laman InaTEWS.(*/mn)
![]()

