JEMBER – Adanya aduan dilaman wadul guse atas adanya kenaikan harga sejumlah bahan pokok, Pemkab Jember bergerak cepat dengan menggelar pasar murah. Hal tersebut dilakukan Pemkab Jember guna menstabilkan harga dan membantu warga mendapatkan harga yang lebih terjangkau.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Jember, Ratno Cahyadi Sembodo, mengatakan atas arahan Bupati Jember, Muhammad Fawait, pemkab bersama sejumlah instansi terkait segera melakukan intervensi pasar guna menekan dampak kenaikan harga yang dirasakan masyarakat. Kegiatan tersebut melibatkan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan, Bulog, PG Semboro, serta berbagai pihak lainnya.
“Kami hadir untuk mendekatkan harga dari tingkat produsen kepada masyarakat. Dengan cara ini, warga dapat memperoleh bahan pokok dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan harga pasar,” ujar Ratno.
Dalam pelaksanaan pasar murah tersebut, sejumlah komoditas dijual di bawah harga pasar. Cabai rawit dijual Rp20.000 per kilogram dari harga pasar sekitar Rp50.000 per kilogram, bawang putih Rp21.000 per kilogram dari harga pasar sekitar Rp35.000 per kilogram, serta minyak goreng Rp15.500 per liter dari harga pasar sekitar Rp18.000 per liter.
“Setiap laporan masyarakat akan kami tindak lanjuti. Ketika ada wilayah yang mengalami kenaikan harga cukup tinggi, pemerintah akan hadir memberikan solusi melalui operasi pasar dan langkah-langkah pengendalian lainnya,” katanya.
![]()

