KUTAI TIMUR – PT Pamapersada Nusantara (PAMA) Area Kutai Timur menggelar pelatihan Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko (IBPR) bagi para kader PAMA Safe School di SMKN 2 Sangatta Utara, Rabu (10/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program PAMA Safe School yang bertujuan menanamkan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan Hidup (K3LH) di lingkungan pendidikan.
Sebanyak 40 peserta terdiri dari guru dan siswa anggota Kader PAMA Safe School mengikuti pelatihan melalui sesi pemaparan materi, tanya jawab, dan diskusi kelompok praktik pemetaan potensi bahaya di lingkungan sekolah. Pelatihan dipandu SHE Leader PAMA Kutim, Claudius Susilo, didampingi Aryawinang dari tim CSR PAMA.

Dalam pemaparannya, Claudius menegaskan bahwa IBPR bukan sekadar teori, melainkan alat preventif nyata dalam mencegah insiden.
“IBPR bukan sekadar dokumen atau teori, melainkan alat yang membantu kita mengidentifikasi potensi bahaya sebelum menimbulkan insiden. Melalui pelatihan ini, kami berharap para kader PAMA Safe School mampu menjadi agen perubahan yang mendorong terciptanya budaya keselamatan di lingkungan sekolah secara konsisten dan berkelanjutan,” ujarnya.
Kepala SMKN 2 Sangatta Utara, Mustari, S.Pd., M.Pd., menyambut baik pelaksanaan pelatihan dan mengapresiasi konsistensi PAMA dalam mendampingi sekolah.
“Kami sangat mengapresiasi PAMA yang telah menghadirkan standar pengelolaan dan pengawasan risiko di lingkungan sekolah, sehingga sekolah kami tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga menjadi model lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan terukur,” kata Mustari.
Sementara itu, Aryawinang menyebut pelatihan ini bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam membangun ekosistem pendidikan yang sadar risiko.
“Kami ingin memastikan para kader yang telah mendapatkan pelatihan ini mampu menjadi pionir dalam menciptakan budaya keselamatan yang mandiri di sekolah. Terlebih, pendidikan vokasi dipersiapkan untuk menjawab kebutuhan dunia industri, sehingga pemahaman tentang identifikasi bahaya dan penilaian risiko akan menjadi bekal penting bagi siswa,” ungkapnya.
Melalui program ini, PAMA berharap SMKN 2 Sangatta Utara dapat semakin mengintegrasikan prinsip K3LH ke dalam aktivitas sekolah, sekaligus menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap menghadapi tantangan dunia kerja secara profesional. (*)
![]()

