KUTAI TIMUR – SMKN 2 Sangatta Utara memperkuat persiapan menuju predikat sekolah berwawasan lingkungan melalui pelatihan intensif bagi Tim Adiwiyata sekolah, Kamis (23/4/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program pendampingan teknis PT Pamapersada Nusantara (PAMA) Area Kutai Timur yang terintegrasi dalam pilar PAMA Safe School.
Pelatihan difokuskan pada dua aspek krusial penilaian Adiwiyata: teknik penataan dan penggemburan lahan untuk mengoptimalkan ruang terbuka hijau sekolah, serta edukasi penggunaan pupuk yang efektif dan ramah lingkungan guna mendukung kelestarian vegetasi. Kegiatan ditutup dengan praktik lapangan langsung sebagai simulasi pengelolaan lahan hijau sekolah.
Pelatihan dimentori oleh Eko Wahyudi, praktisi dari UMKM pertanian binaan PAMA Area Kutai Timur, yang memberikan arahan teknis kepada seluruh peserta.
Sartje, perwakilan SMKN 2 Sangatta Utara, menekankan bahwa kolaborasi internal warga sekolah jauh lebih diutamakan ketimbang ketergantungan pada bantuan eksternal.
“Dukungan yang diberikan PAMA sangat penting bagi kami. Namun, kolaborasi internal warga sekolah untuk membangun sekolah Adiwiyata secara mandiri jauh lebih diutamakan,” katanya.
Agung Jati, CSR Dept. Head PT Pamapersada Nusantara Area Kutai Timur, menegaskan bahwa tolak ukur keberhasilan program ini bukan sekadar terpenuhinya kriteria administratif, melainkan seberapa kuat kemandirian sekolah dalam menjaga lingkungannya secara berkelanjutan.
“Kami memberikan stimulan dari sisi lingkungan yang terintegrasi dengan program PAMA Safe School. Harapan kami, pelatihan ini menjadi pemantik bagi SMKN 2 Sangatta Utara untuk terus berinovasi dalam mengelola sekolah yang aman dan hijau. PAMA fokus pada penguatan kapasitas sekolah agar standar Adiwiyata ini menjadi budaya harian yang dikelola secara mandiri,” ujar Agung Jati. (*/Q)
![]()

